Pesan Thich Nhat Hanh untuk Generasi Muda

Dikutip dari salah satu buku Thay “Nói với tuổi hai mươi” (diterbitkan pada tahun 1960-an), disusun dan diterjemahkan oleh Brother Phap The dan teman-teman.

Revolusi
Bukan hanya orang tua saja yang telah meninggalkan mimpi mereka. Banyak anak muda juga telah meninggalkan mimpi mereka. Mungkin mereka terlihat seperti “mayat hidup” bagimu, tetapi kamu perlu memberi ruang bagi mereka. Mereka membutuhkan cinta, sama halnya seperti kita semua. Kita ada di sini hari ini karena kita sadar akan situasi yang terjadi di masyarakat. Kita tidak ingin hidup di dalam ilusi ataupun mati di dalam ilusi. Kita harus memberontak melawan kekuatan yang mengarahkan hidup kita pada kehidupan yang tidak bermakna dan penuh ilusi. Kuncinya adalah mengetahui bagaimana caranya ‘memberontak’. Ada cara-cara memberontak yang hanya akan menciptakan lebih banyak keterikatan dan penderitaan. Namun, ada juga cara-cara pemberontakan yang dapat memberi kita kebebasan yang sesungguhnya. Ini adalah apa yang ingin saya sampaikan kepadamu hari ini.

Jangan mengharapkan perubahan untuk datang dari luar. Namun, jika di dalam dirimu, kamu masih diliputi oleh kesepian dan ketakutan, kamu juga tidak dapat melakukan apa-apa. Di masa lalu, banyak dari mereka yang memberontak, tetapi dengan penuh kekeliruan dan pemisahan. Oleh karena itu masyarakat menghukum, membenci, dan mengabaikan mereka. Sebagai gantinya, rasa kesepian dan kebencian makin bertumbuh di dalam diri mereka.

Rasa Kesepian
Kadang kita merasa sangat sendirian. Bahkan, di dalam keluarga kita sendiri pun kita juga merasa sendirian. Kita menarik diri, berharap dapat menemukan kedamaian, tetapi nyatanya tidak berhasil. Kemudian kita mencoba membuat diri kita tenggelam di tengah keramaian. Namun, ketika kelompok tersebut bubar, kita merasa kesepian, lebih dari yang kita rasakan sebelumnya. Kita tidak memiliki keberanian untuk menghadapi rasa kesepian kita. Kita terus saja berlari hari demi hari. Janganlah terus tenggelam dalam lautan kesepian yang kamu ciptakan. Belajarlah untuk menenangkan pikiranmu, sehingga badai di dalam dirimu dapat tenang, dan langit bisa cerah. Ingatkanlah dirimu bahwa kesulitan merupakan bagian dari hidup manusia pada umumnya, dengan demikian kamu akan mampu untuk mengatasi penderitaan dalam dirimu. Kamu tidak sendirian dan hidup sangatlah berharga untuk dijalani. Hidup itu indah. Langit biru di dalam matamu adalah keajaiban. Matamu juga merupakan keajaiban. Jagalah tubuh dan pikiranmu. Mereka merupakan manifestasi dari kehidupan, kebenaran dan anugerah.

Kebutuhan mendalam dan kebutuhan superfisial
Saya merasa prihatin melihat begitu banyak orang menyia-nyiakan hidup mereka. Mereka tidak tahu bagaimana hidup seutuhnya. Mereka tidak tahu bagaimana cara mendengarkan suara hati mereka. Mereka terus mengejar hal-hal yang tidak diperlukan, tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya paling berharga dalam hidup ini.

Kita telah menciptakan begitu banyak kebutuhan artifisial bagi diri kita sendiri. Banyak dari kita merasa “perlu” minum alkohol, menggunakan narkoba. Kita menjadi kecanduan dan membiarkan hal-hal tersebut mengatur hidup kita. Realitanya adalah kita tidak pernah membutuhkan alkohol ataupun obat-obat terlarang. Hal-hal tersebut tidak membantu kita untuk bertumbuh dengan baik, sebaliknya, justru membuat diri kita hancur. Kebutuhan kita yang sejati selayaknya akan membuat diri kita menjadi lebih baik, serta membawa kedamaian, kegembiraan, dan kebebasan bagi diri kita.

Ada orang yang tidak bisa tinggal diam ketika mereka mendengar teman mereka mengalami kecelakaan. Entah hujan ataupun cerah, tidak peduli malam ataupun siang, mereka akan segera pergi untuk membantu tanpa ragu. Mereka melakukan hal ini karena kebutuhan: kebutuhan untuk mencintai. Kebutuhan mendalam ini menggerakkan seseorang untuk mengekspresikan dan mengembangkan sifat tertinggi mereka.

Keberhasilanmu bergantung pada kemampuan untuk memahami antara apa yang benar-benar kamu butuhkan dan apa yang tidak kamu butuhkan. Jika kamu meluangkan waktu untuk mendengar hatimu, kamu akan mampu mendengar kebutuhan paling dalam untuk bertumbuh, memahami, dan cinta, serta kamu akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang. Saya jamin: Saya tidak ingin membuat kamu menjadi seorang “Buddhis yang sempurna”, saya juga tidak meminta kamu untuk melepaskan kegembiraan masa muda yang kamu miliki. Sebaliknya, saya ingin melihat kamu bebas, bebas untuk tumbuh dan menyentuh kebahagiaan sejati. Saya ingin melihat kamu bebas, tapi, perlu kamu sadari bahwa kebebasan tanpa pemahaman dapat menjadi sumber penderitaan. Kamu bebas memilih apa yang akan kamu makan, tetapi, jika kamu tidak tahu makanan apa yang baik untuk tubuhmu, cepat atau lambat, kamu akan menderita karena akibatnya. Agar menjadi benar-benar bahagia, kebebasan harus berjalan beriringan dengan pemahaman.

Aspirasi
Mendengar apa yang diinginkan oleh hatimu sudah termasuk menyentuh kebahagiaan. Kamu tidak perlu “menciptakan” suatu mimpi atau aspirasi. Mimpimu sudah ada di dalam dirimu, sebagaimana tujuan sudah ada di jalur. Kamu hanya perlu menyesuaikan arahnya. Alihkan haluan hidupmu selagi masih ada waktu. Gunakan energi yang kamu miliki.

Terkadang kamu memiliki pandangan bahwa orang yang lebih tua pasti memiliki kekuatan yang lebih besar dari dirimu. Kamu mengkritik mereka karena mereka tidak menggunakannya dengan bijak dan gagal membantu masyarakat. Namun, jika kamu berada di posisi mereka, kamu akan sadar bahwa mereka juga memiliki kesulitan mereka sendiri. Jangan berharap terlalu banyak dari mereka, jangan berkecil hati, dan jangan putus asa. Dengan demikian kamu dapat menghemat banyak energi. Jangan berpikir bahwa hanya pemerintah revolusioner yang dapat memimpin revolusi. Karena mungkin kamu akan menunggu selamanya.

Sebaliknya, gunakan kecerdasan, bakat dan sumber daya yang kamu miliki. Lakukan apa yang dapat kamu lakukan sesuai kemampuanmu. Revolusi atau perubahan sesungguhnya dimulai dari bawah ke atas. Semua hal positif yang kamu tawarkan akan memberikan pengaruh yang lebih baik bagi masyarakat. Saya yakin kamu dapat membantu menciptakan dunia yang lebih baik, sebagaimana saya yakin bahwa potensi generasi muda tidak terbatas.

Edukasi
Mari kita berbicara tentang pendidikan. Mengapa kita belajar? Untuk lulus ujian? Untuk mendapat gelar? Untuk mencapai posisi tertentu di masyarakat? Apakah hal-hal tersebut hanyalah alasannya? Tidak. Alasan pertama dan terpenting untuk belajar adalah untuk mendapatkan kegembiraan dari belajar dan membuka wawasan baru.

Ada banyak hal yang bisa kita temukan, namun kita tidak boleh menutup mata terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitar kita. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah mengurangi studi saya tentang agama Buddha dan filsafat agama, agar saya memiliki lebih banyak waktu untuk belajar tentang cara membangun komunitas, pekerjaan sosial, dan pertanian. Dulu, saya tidak terlalu tertarik mempelajari hal-hal ini, tetapi sekarang saya senang meneliti hal-hal ini karena saya tahu betapa penting dan bermanfaat pengetahuan ini.

Namun, berhati-hatilah dengan pengetahuan intelektual semata, karena hal tersebut bisa menjadi sangat abstrak. Tetaplah melihat realitas, periksalah semua yang kamu pelajari, dan simpanlah hal-hal yang memang dilandasi pada pengalaman nyata dari kehidupan. Janganlah kamu berpikir bahwa kamu tidak akan bisa melampaui gurumu. Teruslah belajar. Jangan terjebak pada apa yang telah kamu pelajari, karena hal ini akan mencegah dirimu untuk mengenal dan merangkul gagasan serta wawasan baru.

Cinta
Cinta adalah kebutuhan dasar setiap orang. Hanya dengan cinta, dalam bentuk apapun, asalkan cinta itu sehat dan sejati maka dapat memecahkan dinding kesepian.

Bagi sebagian besar dari kita, Ibu kita adalah orang pertama yang mengajarkan kita tentang cinta. Saat kita lahir, kita masih sangat kecil, sangat lemah, dan tidak mampu membela diri kita sendiri. Kapanpun kita membutuhkan ibu kita, kita hanya perlu menangis, dan Ibu kita akan langsung muncul bagaikan malaikat di samping kita. Hanya dengan seperti itulah kita bisa merasa lengkap dan bahagia. Cinta selalu menjadi jawaban atas suatu kebutuhan, kekurangan, dan penderitaan. Seiring dengan tumbuhnya kamu menjadi pribadi yang lebih mandiri, kamu makin lama makin tidak terlalu membutuhkan ibu dan ayah. Itulah mengapa rasa cinta yang kamu miliki untuk mereka mungkin dapat sedikit berkurang. Namun, aliran cinta antara dirimu dan orang tuamu masih tetap hidup, jauh di dalam dirimu. Kamu hanya perlu kembali kepadanya, membiarkan rasa cinta itu muncul kembali dan menyegarkan hubunganmu.

Sekarang saya ingin berbagi dengan Anda tentang cinta romantis. Kamu mungkin akan bertanya-tanya atas dasar apa seorang biksu dapat berbicara tentang cinta romantis. Namun, saya masih memiliki pandangan pribadi yang ingin saya bagikan denganmu. Pada usiamu sekarang ini, cinta romantis dapat menjadi sebuah panggilan kuat, yang dapat dengan mudah menutupi panggilan-panggilan lain di dalam hatimu. Menutupi, tapi tidak berarti membuatnya tidak bersuara.

Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Cinta dapat membantu menyembuhkan luka yang dalam atau mewujudkan aspirasi yang besar, asalkan kamu tahu bagaimana menunggunya, mengenalinya, menyambutnya, melakukannya, melindunginya, merawatnya, serta mengarahkannya. Tentu saja, kamu akan menemukan berbagai kesulitan dan kesedihan. Tetapi jangan khawatir. Belajarlah dari pengalamanmu, sehingga kamu mampu mencintai dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Hubungan romantis yang pahit penuh dengan penderitaan dan bisa sangat merusak. Kamu tahu bahwa hubungan yang kamu jalani bersifat membangun ketika hubungan itu membantu dirimu untuk mencintai kehidupan, dan mengisi dirimu dengan antusiasme, keberanian, kekuatan, dan dedikasi. Tidaklah mudah untuk menemukan pasangan yang tepat. Jangan berpikir bahwa keindahan fisik, talenta, atau reputasi dapat menjadi tolak ukur untuk menjamin sebuah hubungan yang memuaskan. Cobalah untuk memahami orang lain – karakter, preferensi, aspirasi, dan tujuan hidup mereka. Kemudian tanyalah pada dirimu apakah mereka cocok untukmu. Cocok tidak berarti harus sama, tetapi lebih kepada tidak saling bertentangan, dan mampu melengkapi satu sama lain.

Pasangan yang cerdas tahu bagaimana cara menyelaraskan aspirasi mendalam mereka. Menemukan pasangan yang tepat dan mampu mencintai dengan cara yang tepat merupakan suatu kebahagiaan yang besar. Ingatkan dirimu sesering mungkin, dan biarkan orang lain mengetahui betapa beruntungnya kamu dapat bersama dengan pasanganmu. Kesadaran ini akan membantu dirimu untuk menghargai hubungan yang kamu miliki dan mencegah keretakan hubungan yang diakibatkan kecerobohan. Kamu tidak akan mampu untuk menghindari rasa frustasi dan cemburu. Tetaplah tenang, jangan melakukan sesuatu dengan gegabah dan jangan membesar-besarkan masalah.

Cinta romantis menjawab kebutuhan alami dari tubuh dan jiwa manusia. Sementara beberapa orang mungkin memandang cinta romantis tidak lebih dari sebuah kesepakatan yang nyaman di antara dua orang, cinta romantis juga dapat menjadi pintu menuju cinta yang lebih luas dan lebih besar.

Cinta seperti layaknya semua hal lainnya, lahir, bertahan selama beberapa waktu, dan kemudian akan berlalu. Seperti sebatang pohon yang indah di tamanmu, cinta membutuhkan perawatan dan perlindungan agar dapat tetap sehat untuk waktu yang lama.

Pada akhirnya, cinta bukan hanya sekadar kelembutan. Cinta juga mencakup kesabaran, keberanian, dan pengorbanan. Cinta adalah kebutuhan dasar manusia, itulah mengapa kamu tidak akan mampu untuk tidak mencintai.

Spiritualitas
Tujuan dari agama adalah untuk berhubungan. Agama yang sejati tidak pernah memisahkan.

Agama, bagi kebanyakan orang, tidak lebih dari seperangkat kebiasaan dan ritual yang diturunkan turun temurun dari keluarga dan masyarakat. Entah karena kemalasan atau kurangnya ketertarikan, banyak orang yang merasa puas dengan pemahaman yang dangkal tentang agama mereka. Mereka tidak memeriksa kebenaran dari ajaran-ajaran agama melalui pengalaman mereka sendiri, apalagi mempraktikkan ajaran tersebut untuk membuat mereka lebih baik dan memulihkan. Orang-orang seperti ini cenderung lebih menunjukkan dogmatisme dan sikap intoleransi.

Jika kamu menganut agama tertentu, janganlah menjadi seperti mereka. Pelajarilah agamamu dengan cerdas, dengan segala keindahan dan kedalamannya, sehingga agamamu dapat mengembangkan kehidupan spiritualmu. Agama yang sehat adalah agama yang hidup. Ia harus mampu berkembang dan belajar untuk menjawab kesulitan-kesulitan semasa hidup kita.

Bertemulah dengan teman-teman dari agama lain. Bukalah hatimu kepada satu sama lain dan belajar untuk bekerja bersama. Bekerjalah dengan niat murni untuk melayani orang, bukan untuk memperluas kekuasaan dan pengaruh dari kelompok sendiri.

Agama harus melayani kemanusiaan, bukan sebaliknya. Jangan biarkan siapa pun menderita atau kehilangan hidup mereka atas nama agama. Suasana ini seringkali masih kental dalam komunitas spiritual. Kita membutuhkan keterbukaan, kreativitas, dan keterampilan dari generasi muda.

Kesimpulan
Terima kasih telah mengikuti tulisanku sampai saat ini. Dalam berbicara denganmu, saya tidak membandingkan kewenangan atau figur tertentu. Saya ingin kita menggunakan kemampuan kita sendiri untuk melihat secara langsung ke dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Saya telah berbagi denganmu pandangan pribadi saya tentang kebutuhan dasar manusia akan cinta dan pengertian.

Adalah cinta yang dapat membantu kamu mengatasi ketakutan dan isolasi. Adalah pengertian yang dapat membawamu ke jantung kemanusiaan, kehidupan, dan kosmos. Pengertian dan cinta akan membuka dirimu pada situasi nyata masyarakat dan planet ini, serta akan memandumu dalam pilihan yang kamu ambil.

Ranselmu sudah penuh. Sudah tiba waktunya untuk pergi.

Terjemahan bebas oleh: Cinthya Tania
Sumber: https://wkup.org/thich-nhat-hanh-message-youth/