Diterjemahkan dari Tùy Hỷ Hồi Hướng dan Joyfully Sharing the Merit
Begawan Buddha
yang bersemayam di dunia ini,
pancarkanlah belas kasih kepadaku:
Sebab, dalam kehidupan ini dan lampau,
sejak waktu tanpa awal,
aku sering keliru,
menngakibatkan penderitaan
bagi diriku sendiri
dan pihak lain.
Diriku sendiri melakukan kejahatan,
juga mendorong orang lain
untuk melakukan kejatan,
menyetujui serta ikut mendukungnya,
membunuh, mencuri,
berdusta, berbuat asusila,
serta berbagai perbuatan jahat lainnya
dalam Sepuluh Tindakan Tidak Bajik.
Baik yang tertutupi
maupun yang terlihat,
semua kejahatan itu
melempar aku ke neraka,
makhluk halus kelaparan,
alam binatang;
kehidupan mendatang
terlahir di tempat terpencil,
enam indra tidak lengkap,
dan tidak memiliki kesempatan
untuk menjadi manusia seutuhnya.
Segala rintangan karma itu,
hari ini aku berikrar, dengan sepenuh hati,
tulus memohon pertobatan. (G)
Mohon Begawan Buddha
menjadi saksi bagiku,
mengasihi dan mengingatkan diriku.
Aku bersujud di hadapan-Mu
dan mengucapkan tekad ini:
Dalam kehidupan lampau tak terhitung,
begitu juga dalam kehidupan ini,
Apabila aku pernah berdana,
meski hanya segenggam nasi
atau sehelai pakaian;
Apabila aku pernah mengucapkan kata-kata penuh kasih,
meski hanya beberapa kalimat saja;
Apabila aku pernah menatap dengan mata welas asih,
meski hanya sekejap saja;
Apabila aku pernah mendamaikan dan menyejukkan hati,
meski hanya beberapa kali saja;
Apabila aku pernah mendengarkan Dharma yang luhur,
meski hanya satu kali pertemuan saja;
Apabila aku pernah mempersembahkan dana makanan
kepada Sangha monastik,
meski hanya sekali saja;
Apabila aku pernah menyelamatkan nyawa makhluk lain,
meski hanya beberapa ulat atau semut kecil saja;
Apabila aku pernah melafalkan atau membacakan sutra,
meski hanya beberapa bait saja;
Apabila aku pernah meninggalkan kehidupan duniawi untuk berlatih,
meski hanya dalam satu kehidupan saja;
Apabila aku pernah menopang orang lain
di jalan latihan dan pembelajaran,
meski hanya menolong beberapa orang saja;
Apabila aku pernah menjaga sila suci,
meskipun belum sepenuhnya murni—
semua kebajikan itu
adalah benih-benih kebaikan yang telah kusemai.
Hari ini, kuhimpun semuanya,
kupersembahkan kepada para Buddha,
bagai untaian bunga harum semerbak.
Semoga seluruh jasa kebajikan itu
kuarahkan menuju
pencapaian Pencerahan sempurna. (G)
Aku berikrar membuka hati seluas-luasnya,
mengarah kepada Pencerahan Tertinggi.
Bertekad mencapai pengertian agung,
bertekad mewujudkan kasih mendalam,
bertekad berlatih dengan tekun,
mentransformasikan penderitaan
dalam diriku dan dalam semua makhluk.
Semua tindakan tubuh, ucapan, dan pikiran,
semoga selalu diarahkan
untuk membawakan kebahagiaan
bagi semua orang dan semua makhluk.
Itulah cita-cita terdalamku.
Hanya Bodhicitta,
hanya kerinduan akan pemahaman agung,
hanya tekad untuk menyanyangi secara mendalam,
aku tak memiliki cita-cita lain lagi. (G)
Para Buddha di sepuluh penjuru dan tiga masa
mereka telah mendedikasikan kebajikan dengan cara demikian;
hari ini aku pun mendedikasikannya demikian.
Semua kesalahan, aku memohon pertobatan.
Semua kebajikan, aku melimpahkannya dengan sukacita.
Samudra kebajikan tak terhingga,
laksana gunung kebijaksanaan yang menjulang tinggi.
Para Buddha dan guru leluhur
adalah cahaya penerang jalanku.
Pada momen khidmat ini,
aku menyertakan jiwa dan raga,
untuk memberi hormat dan
takzim menyentuh bumi. (GGG)
Discover more from Komunitas Zen Plum Village
Subscribe to get the latest posts sent to your email.