Air Lebih Jernih, Rumput Lebih Hijau

Air Lebih Jernih, Rumput Lebih Hijau

Suatu ketika Buddha menjelaskan bahwa kehidupan dan kematian dipisahkan oleh garis pembatas tipis yakni kesadaran. Seseorang hidup atau tidak, ini tergantung pada apakah ia sadar atau tidak. Dalam Samyutta Nikaya, Buddha menceritakan sebuah kisah yang terjadi di sebuah desa kecil.

Seorang penari terkenal baru saja datang mengunjungi sebuah desa dan banyak orang berhamburan ke jalanan untuk meliriknya sebentar. Pada saat bersamaan, ada seorang kriminal yang dihukum untuk berjalan mengelilingi desa dengan membawa semangkuk penuh minyak. Ia harus berkonsentrasi sebaik-baiknya agar mangkuk tersebut tetap stabil, apabila setetes saja minyak tertumpah, prajurit yang berjalan tepat di belakangnya akan memenggal lehernya. Setelah menceritakan kisah ini, Buddha bertanya, “Sekarang, menurut Anda apakah kriminal tersebut sanggup menjaga perhatiannya dan fokus di mangkuk minyak tersebut sehingga pikirannya tidak tersedot untuk memandang si penari terkenal itu atau tidak melirik ke kerumunan penduduk desa yang sedang berkumpul di jalanan. Kita tahu tempat keramaian ada saja orang yang mungkin menabraknya?”

Di lain kesempatan Buddha menyampaikan kisah yang membuat saya langsung melihat betapa pentingnya berlatih kesadaran atas diri sendiri untuk melindungi dan merawat diri sendiri, bukan sebaliknya yakni terjebak pada persepsi bagaimana orang lain memandang diri kita, kebiasaan pikiran yang mengakibatkan ketidakpuasan dan kecemasan. Buddha mengatakan, “Suatu ketika ada sepasang pemain akrobat. Gurunya adalah seorang duda miskin dan muridnya adalah seorang gadis kecil bernama Meda. Mereka berdua mengadakan pertunjukan di jalanan untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk bisa menopang kehidupan. Mereka menggunakan bambu panjang yang akan diseimbangkan oleh si guru di atas kepalanya sedangkan si gadis akan perlahan-lahan memanjat bambu tersebut hingga ke puncak. Ia akan berdiam di sana sedangkan si guru akan terus berjalan.

“Mereka berdua harus mencurahkan semua konsentrasi untuk mempertahankan kesimbangan sempurna dan mencegah agar tidak terjadi kecelakaan. Suatu hari guru itu memberikan instruksi kepada muridnya: ‘Meda, dengarkanlah, saya akan menjaga kamu dan kamu menjaga saya, sehingga kita bisa saling membantu untuk tetap menjaga konsentrasi dan keseimbangan demi menghindari kecelakaan. Dengan demikian kita akan punya cukup uang untuk makan.’ Tetapi gadis kecil itu bersikap bijak, dan ia pun menjawab, ‘Guruku, saya pikir akan lebih baik jika kita menjaga diri kita masing-masing. Menjaga diri sendiri berarti juga menjaga kita berdua.’” Buddha mengatakan bahwa gadis kecil itu benar.

Dalam sebuah keluarga, jika ada satu orang anggota keluarga yang berlatih kesadaran, seluruh keluarga akan menjadi lebih sadar. Karena kehadiran satu anggota keluarga yang berlatih kesadaran, seluruh keluarga selalu diingatkan untuk hidup dengan penuh kesadaran. Jika dalam satu kelas, ada satu orang siswa yang selalu hidup dalam kesadaran, seluruh kelas akan ikut terpengaruh.

Di komunitas pelayan perdamaian, kita harus menjalankan prinsip yang sama. Jangan cemas jika ada orang di sekitar kita yang tidak berupaya maksimal. Pikirkan cara bagaimana membuat diri sendiri agar bisa memberikan kontribusi dalam suasana itu. Melakukan yang terbaik yang Anda bisa lakukan adalah cara terbaik untuk mengingatkan siapa saja di sekitar untuk ikut melakukan yang terbaik. Tetapi, ini membutuhkan latihan hidup berkesadaran yang dilakukan secara berkesinambungan. Ini adalah sebuah keharusan. Hanya dengan berlatih kesadaran, kita tidak menderita tetapi merasakan kebahagiaan dan kedamaian sejati. Hanya dengan berlatih kesadaran, kita bisa membuka pikiran dan mata cinta kasih.

Saya diundang untuk menikmati secangkir teh di sebuah apartemen tempat tinggal seorang teman yang membantu kami. Ia punya sebuah piano yang sering ia mainkan. Ketika Kirsten—yang berasal dari Belanda—menuangkan teh, saya melihat setumpuk kertas kerjanya dan berkata, “Mengapa Anda tidak berhenti menerjemahkan surat permohonan anak asuh tersebut sejenak dan memainkan piano untuk saya?” Kirsten dengan senang hati menghentikan pekerjaannya dan duduk di depan piano untuk memainkan sebuah karya Chopin yang sudah ia hafal sejak kecil. Sebuah karya musik yang lembut dan melodis tetapi juga kencang dan cepat. Anjingnya, yang sedang berbaring di bawah meja teh, mulai menyalak dan mendengking ketika alunan piano berubah menjadi enerjik. Saya tahu ia merasa tidak nyaman dan ingin musik itu berhenti. Anjing Kirsten dirawat dengan penuh kebaikan dan kelembutan layaknya merawat seorang anak kecil. Ia mungkin lebih sensitif terhadap musik dibandingkan anak-anak pada umumnya. Atau, anjing itu mungkin merespon seperti itu karena telinganya menangkap sejenis getaran yang tidak tertanggap oleh telinga manusia. Kirsten terus bermain piano sambil berusaha menenangkan anjingnya, tetapi sia-sia. Kirsten akhirnya menyelesaikan lagu tersebut dan mulai memainkan Mozart yang ringan dan harmonis. Sekarang, anjing tersebut duduk dengan tenang dan kelihatannya damai. Setelah selesai, ia datang menghampiri kemudian duduk di samping saya dan berkata, “Sering kali ketika saya memainkan musik Chopin yang sedikit keras, anjing saya akan datang mendekat dan menarik celana saya, tampaknya dia mencoba untuk mengusir saya dari piano. Terkadang saya harus menyeretnya keluar sebelum saya bisa melanjutkan. Tetapi ketika saya memainkan Bach atau Mozart, ia menjadi damai.”

Kirsten menyampaikan sebuah laporan tentang orang Kanada yang menyetel musik Mozart untuk tanamannya di malam hari. Tanaman-tanaman tersebut tumbuh dengan lebih cepat dan bunga-bunga condong tumbuh menghadap sumber musik tersebut. Yang lain memainkan musik Mozart setiap hari di ladang gandum dan bisa mengukur bahwa gandum tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan di tempat lain.

Ketika Kirsten mengangkat bicara, saya langsung terbayang tentang ruang konferensi yang mana banyak orang berargumen dan berdebat, kata-kata penuh kemarahan dan kebencian silih berganti. Jika ada satu orang yang menaruh setangkai bunga dan satu pot tanaman di ruangan seperti itu, kemungkinan besar keduanya tidak akan tumbuh.

Saya memikirkan tentang taman yang dirawat oleh seorang biksu yang hidup dengan penuh kesadaran. Bunga-bunganya selalu hijau dan segar, dirawat dengan kedamaian dan kebahagiaan yang mengalir dari perhatian kesadarannya. Salah satu teks kuno mengatakan,

Ketika seorang Guru Agung dilahirkan, air sungai menjadi lebih jernih, rumput menjadi lebih hijau.

Kita perlu mendengarkan musik atau duduk dan berlatih bernapas di setiap awal pertemuan atau diskusi.

Dikutip dari Keajaiban Hidup Sadar

Mencari Jawaban

Mencari Jawaban

Selama bertahun-tahun mengikuti retret, timbul pertanyaan dalam diri saya: “Mengapa kebanyakan yg mengikuti retret itu orang yang berusia lanjut? Lantas kemanakah anak mudanya?

Walau ada pertanyaan yg mengganjal, tapi saya tidak bertanya langsung kepada orang lain, namun saya ingin mencari tahu jawabannya sendiri, barangkali melalui retret yang saya jalani, walau harus menghabiskan waktu bertahun-tahun, saya tetap ingin menemukan jawabannya sendiri, tampaknya ini lebih seru, dan demikianlah karakter saya.

Saya Mendapatkan jawaban ini dari membaca komik yang berjudul “Babi yang Berpikir terlalu Banyak“, dan juga berkaitan dengan pengalaman saya selama bertahun-tahun makan permen jelly kesukaan saya “Yuppi”.

Kita tahu akibat makan permen jelly terlalu banyak setiap hari maka, gigi akan rusak dan sakit, kalau sudah demikian yah terpaksa harus ke dokter gigi. Saya sejak kecil suka sekali makan Yuppi, mungkin sehari bisa sebungkus, sebetulnya dari kecil sudah diberitahu orang tua jangan sering makan manisan terlalu banyak karena akan sakit gigi, tetapi waktu itu setelah makan permen Yuppi berapa bulan, tampaknya gigi saya tidak sakit, jadi saya terus mengonsumsi permen itu sampai beberapa tahun.

Sekarang sudah dewasa saya merasakan akibatnya, gigi saya jadi rusak dan kadang sakitnya membuat rasa tidak nyaman. Akhirnya saya ke dokter gigi untuk periksa gigi, ternyata kebanyakan gigi saya sudah banyak bintik-bintik hitam dan menurut dokter harus segera ditambal, kalau tidak maka bintik-bintik itu akan merambat ke gigi yang lain. Tampaknya tidak ada pilihan lain, akhirnya saya setuju untuk segera ditambal walaupun prosesnya sangat menyakitkan sekali, ketika dokter menambal gigi saya, rasanya seperti di neraka benaran, bayangkan saja seperti tanah yang dibor.

Saya bilang ke dokter: “Pak dokter, ini sangat menyakitkan sekali rasanya.
Dokternya membalas: “Kalau tidak bersentuhan langsung dengan bagian yang sakit bagaimana kamu bisa sembuh?

Saya pikir masuk akal juga, lantas saya kembali disiksa oleh dokternya (bercanda, ha ha ha ha…)

Setelah melewati proses yang menyakitkan akhirnya saya mendapatkan penyembuhan.

Dalam keseharian kita juga seperti demikian, kita suka mencari hiburan, merokok, berhura-hura, clubbing, shopping, dll. Kita sebenarnya juga tahu hal yang demikian sangat nikmat sekali, tetapi tidak memberikan manfaat malah menambah penderitaan batin lebih dalam lagi bagi diri sendiri, ibarat permen Yuppi yang saya makan, rasanya sangat nikmat, tetapi tidak memberikan manfaat malah menambah derita bagi gigi saya.

Retret ibarat ke dokter gigi, ketika kita sakit gigi maka, kita ke dokter gigi, kita derita batin maka, kita pergi retret, tetapi seberapa banyak mereka yang berani pergi ke dokter gigi untuk disembuhkan?

Jawabannya tidak banyak, walaupun mereka tahu bisa sembuh dengan bantuan dokter gigi namun mereka tidak berani melewati proses yang menyakitkan itu, mereka sengaja menunggu sampai waktu yang lama sekali untuk disembuhkan, kadang menunggu terlalu lama sehingga penyakitnya sudah akut dan sulit sekali disembuhkan.

Hanya berkunjung ke dokter tentu saja bisa membantu penyembuhan, mendengar dan mengikuti petunjuk dokter, kemudian yang penting juga jangan makan permen Yuppi lagi.

Sama halnya Dengan derita batin, seberapa banyak diantara mereka yang berani pergi ke retret untuk disembuhkan? Jawabannya juga tidak banyak, karena mereka akan melewati proses yang membosankan sebelum disembuhkan, mereka menunggu sampai stressnya sudah menumpuk seperti gunung baru ikut retret, dan mereka berharap sekali ikut retret saja sudah bisa disembuhkan. Apakah mungkin?

Hanya ikut retret sekali saja tentu saja sangat bermanfaat, namun kita perlu melanjutkan apa yang kita latih, cari teman-teman untuk berlatih bersama-sama secara rutin, kemudian jangan merokok, hura-hura, clubbing atau shopping lagi, shopping tentu saja boleh tapi shopping barang yang dibutuhkan saja, atau shopping dengan penuh kesadaran.

Sekian sharing dari Saya..


Yu Yong (25 tahun)

Menghayati Cinta Sejati

Menghayati Cinta Sejati

Saya sudah “menikah” dengan idealisku atas pelayanan


Di Perancis, saya sudah menulis surat-surat yang manis untuk ibu saya setiap minggu, mengatakan betapa saya merindukannya. Namun, ketika saya kembali ke Vietnam, saya hampir setiap hari bersama rakyat miskin di perkampungan kumuh.

Kadang-kadang, Ibu akan berkata kepada saya, “Kamu bilang sayang sama ibu, tapi lalu kamu menghabiskan semua hari-harimu dengan bekerja untuk orang miskin dan datang melihat ibu hanya di tengah malam.

Saya dengan lembut menghiburnya, “Tolong anggap saya seperti sudah menikah—bukan dengan seorang pria, tetapi dengan idaman kehidupan saya. Umpamanya saya sudah menikah, saya akan menghabiskan siang dan malam saya dengan suami saya, memberikan kebahagiaan hanya untuk dia. Namun, karena saya menikah dengan cita-cita dari kehidupan saya, saya dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang, dan saya juga dapat pulang ke rumah di malam hari untuk bersama dengan Ibu.

Ibu saya mengerti, dan sejak hari itu ia selalu mendukung pekerjaan saya.

dikutip dari “Learning True Love

Relaksasi Total Versi Buku Anger

Relaksasi Total Versi Buku Anger

Ini adalah sebuah contoh tentang bagaimana membimbing dirimu sendiri dan orang lain dalam Relaksasi Mendalam. Mengizinkan tubuhmu beristirahat adalah sangat penting. Ketika tubuhmu merasa tenang dan santai, pikiranmu juga akan menjadi damai. Latihan Relaksasi Mendalam sangat penting bagi tubuh dan pikiranmu untuk sembuh. Luangkanlah waktu untuk sering melatihnya. Walaupun panduan relaksasi berikut memakan waktu tiga puluh menit, kamu bisa memodifikasinya untuk menyesuaikan dengan situasimu. Kamu bisa membuatnya menjadi lebih pendek—hanya lima atau sepuluh menit ketika kamu terbangun di pagi hari, sebelum tidur di malam hari, atau ketika istirahat singkat di tengah-tengah hari yang sibuk. Kamu juga bisa membuatnya lebih panjang dan lebih mendalam. Hal yang paling penting adalah bisa menikmatinya.

Berbaringlah telentang dengan nyaman di lantai atau di kasur. Tutup kedua matamu. Izinkan tanganmu beristirahat dengan lembut di kedua sisi tubuhmu dan biarkan kakimu relaks, membuka ke arah luar.

Sewaktu kamu menarik dan mengembuskan napas, sadarilah seluruh tubuhmu yang sedang berbaring. Rasakan seluruh daerah pada tubuhmu yang sedang menyentuh lantai atau kasur tempat kamu sedang berbaring; tumitmu, bagian belakang kakimu, bokongmu, punggungmu, bagian belakang tangan dan lenganmu, bagian belakang kepalamu. Dengan setiap napas keluar, rasakan dirimu tenggelam makin dalam dan makin dalam lagi ke lantai, melepaskan semua ketegangan, melepaskan semua kebimbangan, tidak menggenggam apa pun juga.

Sewaktu kamu menarik napas, rasakan perutmu naik, dan sewaktu kamu mengembuskan napas, rasakan perutmu turun. Selama beberapa tarikan napas, cukup hanya perhatikan naik dan turunnya perutmu.

Sekarang, sewaktu kamu menarik napas, sadari kedua telapak kakimu. Sewaktu kamu mengembuskan napas, izinkan kedua telapak kakimu menjadi relaks. Napas masuk, kirimkan cintamu kepada telapak kakimu, dan napas keluar, tersenyumlah pada telapak kakimu. Sewaktu kamu menarik dan mengembuskan napas, sadarilah betapa luar biasanya memiliki dua telapak kaki, yang membuatmu mampu berjalan, berlari, berolahraga, menari, menyetir, melakukan begitu banyak aktivitas sepanjang hari. Kirimkan rasa terima kasihmu kepada kedua telapak kakimu untuk selalu ada bagi dirimu kapan pun kamu membutuhkannya.

Napas masuk, sadari kaki kanan dan kaki kirimu. Napas keluar, izinkan semua sel di dalam kedua kakimu menjadi relaks. Napas masuk, tersenyum kepada kakimu, dan napas keluar, kirimkan cintamu kepada mereka. Hargailah seberapa pun kekuatan dan kesehatan di kedua kakimu. Sewaktu kamu menarik dan mengembuskan napas, kirimkan mereka kelembutan dan perhatianmu. Izinkan mereka beristirahat, tenggelam dengan lembut ke lantai. Lepaskan semua ketegangan yang kamu tahan di dalam kakimu.

Napas masuk, sadari kedua tanganmu yang ada di atas lantai. Napas keluar, relakskan sepenuhnya semua otot-otot di dalam kedua tanganmu, melepaskan semua ketegangan yang mungkin kamu tahan di dalamnya. Sewaktu kamu menarik napas, hargai betapa luar biasanya memiliki dua tangan. Sewaktu mengembuskan napas, kirimkan senyuman penuh cinta kepada kedua tanganmu. Menarik napas dan mengembuskan napas, sentuhlah semua hal yang dapat kamu lakukan karena kedua tanganmu: memasak, menulis, menyetir, memegang tangan orang lain, menggendong bayi, membersihkan badanmu sendiri, bermain alat musik, mengetik, membangun dan memperbaiki barang-barang, membelai hewan, memegang secangkir teh. Begitu banyak hal tersedia bagimu karena kedua tanganmu. Nikmatilah kenyataan bahwa kamu mempunyai dua tangan dan izinkanlah semua sel di dalam tanganmu untuk benar-benar beristirahat.

Napas masuk, sadari kedua lenganmu. Napas keluar, izinkan lenganmu, untuk benar-benar relaks sepenuhnya. Sewaktu kamu menarik napas, kirimkan cintamu kepada kedua lenganmu, dan sewaktu kamu mengembuskan napas, tersenyumlah pada mereka. Luangkan waktu untuk menghargai kedua lenganmu dan berapa pun kekuatan dan kesehatan yang ada di lenganmu. Kirim kepada mereka rasa syukurmu karena telah membuatmu bisa memeluk seseorang, bisa bermain ayunan, bisa membantu dan melayani orang lain, bisa bekerja keras—membersihkan rumah, memotong rumput di halaman, dan bisa melakukan begitu banyak hal sepanjang hari. Menarik napas dan mengembuskan napas, izinkan kedua lenganmu bebas dan beristirahat sepenuhnya di lantai. Dalam setiap hembusan napas, rasakan ketegangan meninggalkan lenganmu. Sewaktu kamu merangkul lenganmu dengan perhatian penuh kesadaran, rasakan kebahagiaan dan ketenangan di dalam setiap bagian dari kedua lenganmu.

Napas masuk, sadarilah bahumu. Napas keluar, izinkan semua ketegangan di dalam bahumu untuk mengalir keluar, ke lantai. Sewaktu kamu menarik napas, kirimkan cintamu kepada bahumu, dan sewaktu kamu mengembuskan napas, tersenyumlah dengan penuh rasa syukur kepada mereka. Menarik napas dan mengembuskan napas, sadari bahwa kamu telah membuat banyak ketegangan dan stres berakumulasi di dalam bahumu. Dengan setiap hembusan napas, izinkan ketegangan itu untuk meninggalkan bahumu, rasakan mereka menjadi makin relaks, makin mendalam. Kirimkan kepada mereka kelembutan dan perhatianmu, tahu bahwa kamu tidak ingin memberikan terlalu banyak ketegangan kepada mereka, tapi kamu ingin hidup dengan suatu cara yang akan membuat mereka relaks dan tenang.

Napas masuk, sadarilah jantungmu. Napas keluar, izinkanlah jantungmu beristirahat. Dengan napas masukmu, kirim cintamu kepada jantungmu. Dengan hembusan napasmu, tersenyumlah kepada jantungmu. Sewaktu kamu menarik napas dan mengembuskan napas, sentuhlah keindahan karena memiliki jantung yang masih berdetak di dalam dadamu. Jantungmu membuat hidupmu ada, dan ia senantiasa ada di sana untukmu, setiap menit, setiap hari. Ia tidak pernah beristirahat. Jantungmu telah berdetak sejak kamu masih sebuah janin berusia empat minggu di dalam rahim ibumu. Ia adalah organ yang hebat yang membuatmu bisa melakukan semua pekerjaanmu sepanjang hari. Tarik napas dan ketahuilah bahwa jantungmu juga mencintaimu. Hembus napas dan bertekadlah untuk hidup dalam cara yang akan membantu jantungmu untuk berfungsi dengan baik. Dalam setiap hembusan napas, rasakan jantungmu makin relaks dan makin relaks. Izinkan setiap sel di dalam jantungmu untuk tersenyum dengan tenang dan bahagia.

Napas masuk, sadarilah lambung dan ususmu. Napas keluar, izinkan lambung dan ususmu untuk relaks. Sewaktu kamu menarik napas, kirim cintamu dan rasa terima kasihmu kepada mereka. Sewaktu kamu mengembuskan napas, tersenyumlah dengan lembut kepada mereka. Menarik napas dan mengembuskan napas, menyadari betapa pentingnya organ-organ ini untuk kesehatanmu. Berikan mereka kesempatan untuk istirahat yang dalam. Setiap hari mereka mencernakan dan mencampurkan makanan yang kamu makan, memberikan kamu energi dan kekuatan. Mereka membutuhkan kamu untuk meluangkan waktu mengenali dan menghargai mereka. Sewaktu kamu menarik napas, rasakan lambung dan ususmu berelaksasi dan melepaskan semua ketegangan. Sewaktu kamu mengembuskan napas, nikmatilah kenyataan bahwa kamu mempunyai lambung dan usus.

Napas masuk, sadarilah kedua matamu. Napas keluar, izinkanlah matamu dan otot-otot di sekitar matamu untuk berelaksasi. Napas masuk, tersenyumlah kepada matamu, dan napas keluar, kirim cintamu kepada mereka. Izinkanlah matamu beristirahat dan berputar kembali ke dalam kepalamu. Sewaktu kamu menarik napas dan mengembuskan napas, ketahuilah betapa berharganya kedua matamu. Mereka memungkinkan kamu untuk melihat ke dalam mata seseorang yang kamu cintai, untuk melihat matahari terbenam yang indah, untuk membaca dan menulis, untuk bergerak ke mana pun dengan mudah, untuk melihat burung-burung beterbangan di langit, untuk menonton film—begitu banyak hal yang mungkin kamu lakukan karena kedua matamu. Luangkanlah waktu untuk menghargai hadiah penglihatan ini dan izinkan matamu untuk beristirahat yang dalam. Kamu bisa menaikkan alismu dengan lembut untuk membantu melepaskan ketegangan yang mungkin ada di sekitar matamu.

Di sini kamu bisa melanjutkan dengan merelaksasikan bagian-bagian lain dari tubuhmu, dengan menggunakan pola yang sama seperti di atas.

Sekarang, jika ada daerah di tubuhmu yang sedang sakit, manfaatkan waktu ini untuk menyadarinya dan kirimkanlah cintamu. Napas masuk, izinkan daerah ini beristirahat, dan napas keluar, tersenyum padanya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Sadarilah bahwa ada bagian lain tubuhmu yang masih kuat dan sehat. Izinkan bagian-bagian yang kuat itu untuk mengirimkan kekuatan dan energi mereka ke daerah yang lemah atau sakit. Rasakan dukungan, energi, dan cinta dari seluruh tubuhmu menembus ke daerah yang lemah, melegakan dan menyembuhkannya. Napas masuk dan yakinkan kapasitasmu sendiri untuk menyembuhkan. Napas keluar dan lepaskan semua kebimbangan atau ketakutan yang mungkin kamu tahan di dalam tubuhmu. Menarik napas dan mengembuskan napas, tersenyumlah dengan penuh cinta dan keyakinan kepada bagian tubuhmu yang kurang sehat.

Akhirnya, napas masuk, sadari seluruh tubuhmu sedang berbaring. Napas keluar, nikmatilah sensasi seluruh tubuhmu yang sedang berbaring, sangat santai dan tenang. Tersenyumlah kepada seluruh tubuhmu sewaktu kamu menarik napas, dan kirimkan cinta dan welas asihmu ke seluruh tubuhmu sewaktu kamu mengembuskan napas. Rasakan semua sel di seluruh tubuhmu tersenyum bahagia bersamamu. Berterima kasihlah kepada semua sel di seluruh tubuhmu. Kembali ke naik turunnya perut dengan lembut.

Jika kamu sedang memandu orang lain, dan jika kamu nyaman melakukannya, sekarang kamu bisa menyanyikan beberapa lagu-lagu relaksasi.

Untuk mengakhirnya, pelan-pelan lemaskan dan buka matamu. Bangunlah dengan pelan-pelan, dengan tenang dan ringan. Berlatihlah untuk membawa energi ketenangan dan perhatian penuh kesadaran yang telah kamu hasilkan ke dalam aktivitasmu selanjutnya dan sepanjang hari itu.

Memberi Bimbingan (Shining Light)

Memberi Bimbingan (Shining Light)

Ada sebuah latihan di Plum Village yang bernama Memberi Bimbingan (Shining light atau Offering Guidance), latihan ini berasal dari tradisi monastik yang melakukan wassa selama 3 bulan, di hari terakhir wassa ada Upacara Pavarana. Sebelum upacara penutupan wassa, maka setiap anggota monastik memberikan “bimbingan” kepada junior berkaitan dengan latihan-latihan mereka, dengan demikian bisa membantu junior untuk maju dalam praktiknya.

Dalam ajaran Buddha ada “Mata Buddha” atau “Mata Kebijaksanaan”, dan juga “Mata Dharma” yang bisa kita temukan dalam berbagai sutra, Plum Village menciptakan istilah baru yaitu “Mata Sanggha”. “Bimbingan” yang dimaksud itu adalah kumpulan dari mata seluruh sangha yang mana bisa membantu kita melihat lebih jelas dan dalam daripada satu mata saja.

Praktik Memberi Bimbingan ini sudah mengalami modifikasi oleh sangha Plum Village. Versi tradisional, seorang junior akan datang dan memohon senior untuk memberikan masukan (bimbingan) tentang latihan-latihan yang telah dilakukan, apakah itu kekurangan, kekeliruan yang diobservasi oleh senior sepanjang 3 bulan wassa. Namun di Plum Village kita memohon semua anggota monastik dalam satu hamlet untuk memberikan bimbingannya. Mereka tidak hanya menyebutkan kekurangan dari seseorang, namun kita memulai dari hal-hal apa yang sudah dilakukan mereka dengan sukses. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan saran konkrit kepada orang tersebut agar bisa terus maju, memperbanyak kualitas baik dan perlahan-lahan mengubah sifat-sifat yang kurang baik. Di akhir sesi itu, setiap orang mendapat sepucuk surat sebagai suatu cara untuk memberi semangat kepada masing-masing orang untuk berlatih lebih giat dan ingat akan hal-hal yang wajib kita lakukan sepanjang tahun.

Sebelum memulai sesi Memberi Bimbingan, kita membacakan renungan di bawah ini agar bisa didengarkan bersama-sama oleh semua anggota, renungan ini membantu kita agar bisa tetap menjaga atmosfir saling menghormati dan mengasihi.

Oh Buddha Yang mulia dan semua guru-guru sesepuh:
Hari ini kami akan memberikan bimbingan kepada adik maupun kakak dalam komunitas. Kami tahu bahwa kami semua merupakan bagian dari tubuh sanggha, kami merupakan tulang dan daging dari sebuah sanggha. Mengetahui ini dengan jelas, kami hendaknya menyadari bahwa memberi bimbingan kepada satu anggota sanggha berarti kami memberikan bimbingan kepada diri kami sendiri. Kami bertekad untuk melaksanakan sesi ini dengan sepenuh hati, cinta kasih, dan pengertian. Kami menggunakan hati dan niat baik untuk menyampaikan apa pun agar bisa mendekati kebenaran sesungguhnya tentang dia yang akan menerima bimbingan, kemudian kami juga akan memberikan usul konkrit agar dia bisa terus menempuh perjalanan transformasi. Kami tidak akan membiarkan perasaan marah dan persepsi keliru mencemari pandangan kami. Kami akan berbicara dari hati kami yang paling dalam, kami akan berbicara sesuai dengan praktik kasih sayang.
Kami menyadari bahwa memberi bimbingan kepada satu anggota sanggha itu berarti kami memberikan bimbingan kepada diri sendiri, sehingga proses memberi bimbingan ini akan memberi manfaat kepada setiap orang. Kami memohon Buddha dan semua guru-guru sesepuh melindungi dan mendukung kami agar sesi memberi bimbingan ini bisa lancar dan sukses.

Anggota sangha seharusnya tidak dengan sengaja menggunakan kesempatan ini untuk mengkritik atau menghakimi orang lain. Sungguh penting sekali bahwa apa pun yang kita sampaikan kepada orang tersebut datang dari hati kita yang paling dalam dan kasih sayang. Jika ada rasa marah atau kekesalan yang muncul, maka sebaiknya jangan berbicara terlebih dahulu. Kita memberikan bimbingan kepada seseorang karena kita ingin dia maju dalam latihan.

Dalam proses memberikan bimbingan, kita mengkombinasikan pendapat, ide, dan pemahaman. Pada saat mendengar sharing dari anggota lain; bisa saja terjadi perubahan pendapat dalam diri kita. Mendengar sharing dari orang lain bisa membantu kita melepaskan pandangan keliru kita terhadap orang tersebut. Pendapat kita juga bisa dipengaruhi oleh pendapat orang lain ketika kita mendengar. Ini adalah manfaat dari memberi bimbingan. Sembari mendengar kita juga sembari mengetahui lebih banyak lagi tentang orang tersebut, kadang-kadang ada sesuatu yang berkaitan dengan diri kita sendiri secara langsung, dengan demikian kita bisa mengerti orang lain dan diri sendiri lebih baik lagi. Kadang-kadang ketika kita mendengar seseorang memberi bimbingan kepada orang lain berupa sifat-sifat kurang baik, ternyata sifat-sifat itu juga ada dalam diri kita sendiri. Melalui proses ini kita punya kesempatan untuk merenung lebih dalam tentang diri sendiri dan kemudian bertekad untuk berubah.

Seni memberi bimbingan bisa diaplikasikan dalam konteks non sektarian juga. Ketika kita duduk bersama dan mengkombinasikan ide dan pemahaman kita, kita akan tiba pada pemahaman kebersamaan.

Sumber:
Joyfully Together: The Art of Building a Harmonious Community [hal 85-86]

Panduan Relaksasi Total

Panduan Relaksasi Total

Relaksasi total merupakan cara untuk membantu pikiran dan badan jasmani untuk istirahat dengan penuh kesadaran. Praktik ini akan bermanfaat jika dilakukan secara rutin, membantu pikiran menjadi lebih jernih dan badan menjadi lebih segar.

Jika anda tertidur, biarkan tidur terjadi alami, jangan menolaknya. Tidur jenis ini adalah tidur yang sangat baik. Tidur seperti ini tidak menghasilkan mimpi.

Pertama-tama, Anda berbaring dengan nyaman.
Jika anda ingin menggunakan bantal, bantalnya jangan terlalu tinggi.
Kepala Anda, leher Anda, dan tulang belakang Anda berada di permukaan yang sama.
Taruh lengan di samping, tutuplah mata, dan lepaskan semua pikiran.
Curahkan perhatian sepenuhnya pada napas masuk dan keluar

(Genta)

Napas masuk, aku sadar ini adalah napas masuk.
Napas keluar, aku sadar ini adalah napas keluarku.
Napas Masuk – Napas keluar.

Napas masuk aku merasakan aliran air dingin membasuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki, melegakan, menyejukkan dan menenangkan seluruh badan jasmani.
Seluruh badan jasmani terasa relaks.

Napas masuk, izinkan seluruh badan untuk istirahat.
Napas Keluar, izinkan seluruh badan untuk relaks.

Sekarang aku meletakkan satu tanganku di atas perut.
Bernapas masuk dengan lembut, bernapas keluar dengan lembut.
Aku mencoba merasakan naik dan turunnya perutku sembari bernapas masuk dan keluar.
Dinding perut naik, dinding perut turun.
Naik turun, naik turun. (2x)

Napas masuk, aku izinkan semua sel-sel di seluruh bahuku dan kedua tanganku untuk istirahat.
Napas keluar, aku izinkan seluruh bahuku dan kedua tanganku untuk istirahat.
Izinkan semua sel, bahu, dan tangan untuk istirahat.

Napas masuk, aku kirimkan energi cinta kasih kepada kedua kaki, izinkan semua sel di seluruh kakiku hingga ujung jari untuk istirahat.
Napas keluar, seluruh kaki terasa relaks.
Kirimkan energi cinta kasih, izinkan kaki relaks.

Sekarang aku kirimkan energi cinta kasih kepada jantungku.
Napas masuk, aku merasakan detak jantungku.
Napas keluar, aku izinkan jantungku untuk istirahat.
Merasakan detak jantung, izinkan jantung untuk istirahat.

Jantungku bekerja 24 jam sehari demi kesehatanku, tetapi aku kurang memperhatikannya.
Setiap kali aku kesal, jantungku menderita.
Ketika aku marah, takut, cemas, jantungku sangat menderita.
Saya bertekad untuk berlatih untuk mengurangi marah, mengurangi takut, mengurangi cemas, agar jantungku bisa berfungsi dengan baik dan sehat kembali.
Sekarang aku ingin mengucapkan terima kasih kepada jantungku.
Napas masuk, aku tersenyum kepada jantungku dengan cinta kasih dan rasa syukur.
Napas keluar, aku bertekad untuk melepaskan semua kekhawatiran dan kecemasan.
Menenangkan jantungku, tersenyum kepada jantungku.

Sekarang aku mengirim energi cinta kasih kepada liverku.
Bernapas masuk, aku menenangkan liverku.
Napas keluar, aku tersenyum kepada liverku dengan penuh terima kasih.
Liverku bekerja siang dan malam demi kesehatanku, tetapi aku tidak makan berkesadaran.
Aku makan banyak makanan yang menyulitkan liverku.
Aku makan tanpa berkesadaran, aku sering tidak mengikuti nasihat dokter.
Karena didorong oleh pikiran negatif, aku sering lupa menjaga kesehatan liverku.
Aku bertekad untuk memperhatikan dan menjaga kesehatan liverku.
Aku ucapkan terima kasih kepada liverku.
Aku berjanji untuk merawatmu, dengan cara senantiasa sadar ketika makan dan minum.

Sekarang, aku mengirim energi cinta kasih kepada ususku.
Napas masuk, aku menenangkan dan merelakskan ususku.
Napas keluar, aku tersenyum kepada ususku dengan penuh cinta dan perhatian.
Aku sadar bahwa aku terkadang terbawa oleh rasa enak, aku makan tanpa pengertian.
Aku makan segala sesuatu yang kurang sehat, makanan yang pedas, makanan manis, semua itu membuat ususku perih.
Aku bertekad dan berusaha merawat ususku, aku akan makan dan minun dengan penuh kesadaran.
Menenangkan ususku, tersenyum kepada ususku, dengan penuh cinta kasih.

Sekarang, aku kirimkan energi cinta kasih kepada paru-paruku.
Napas masuk, aku tenangkan paru-paruku.
Napas keluar, aku tersenyum kepada paru-paruku dengan penuh rasa syukur.
Paru-paruku bekerja dengan sangat baik demi kesehatanku.
Aku telah melihat banyak orang yang mengalami kesulitan bernapas.
Aku termasuk orang yang beruntung karena paru-paruku sehat dan berfungsi dengan baik
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada paru-paruku.
Aku akan melakukan yang terbaik untuk memberimu udara segar.

Napas masuk, aku tenangkan semua syaraf di otakku.
Napas keluar, saya merasa sangat segar dan relaks di otakku.
Aku tidak kuatir terhadap apa pun juga.
Aku lepaskan semuanya.
Aku izinkan otakku relaks.
Otakku bekerja dengan sangat keras, aku merelakskan semua syaraf di otakku.
Dan aku merasa sangat damai saat ini.

Napas masuk, aku lepaskan semua ketegangan di otot-otot wajahku.
Napas keluar, aku merasa sangat relaks dan segar di seluruh otot wajahku.

Mataku adalah hartaku.
Aku hanya perlu membuka mata dan aku bisa melihat surga bentuk dan warna.
Kupingku, yang berfungsi dengan baik, juga hartaku.
Hidungku, yang berfungsi dengan baik, juga adalah hartaku.
Ginjalku adalah harta bagiku.
Kedua kakiku yang masih bisa berjalan dengan baik, adalah hartaku.
Tanganku, lenganku, adalah harta.
Terima kasih karena sudah hadir di sana.

Alam semesta penuh dengan harta.
Aku ingin memberikan anda begitu banyak harta
Mata anda adalah harta.
Jantung anda adalah harta.

(Lagu)

Alam semesta ini penuh dengan harta karun, di dalam diri kita dan sekitar kita.
Kita hanya perlu menyadarinya. Dan semua harta ini akan terlihat dengan jelas bagi kita.

(Lagu)

Fakta bahwa kita masih bisa mendengar nyanyian burung, suara orang yang kita cintai.
Itu adalah harta.
Fakta bahwa kita masih bisa melihat bunga mekar, wajah cantik orang yang kita cintai.
Itu adalah harta.
Anda, orang paling kaya di dunia, jangan berperilaku seperti pengemis miskin kebahagiaan.
Semua harta tersebut ada di sana untukmu.

(Lagu-lagu)

(Genta)

Sahabat terkasih, ini adalah akhir dari total relaksasi.
Anda bisa merebahkan badan ke sebelah kanan, dan setelah beberapa menit dan Anda merasa siap maka boleh perlahan-lahan bangun duduk.

(Genta)

Lima Renungan Sebelum Makan

Lima Renungan Sebelum Makan
  1. Makanan ini adalah anugerah dari seluruh alam semesta—bumi, langit, berbagai makhluk hidup, dan hasil kerja keras
  2. Marilah kita makan dengan sadar penuh dan rasa syukur, agar kita layak menerima makanan ini
  3. Selama menyantap makanan, semoga kita dapat mengenali dan mengubah bentuk-bentuk mental tidak bajik, terutama keserakahan, dan belajar untuk makan secukupnya
  4. Marilah kita makan dengan sedemikian rupa; agar mengurangi penderitaan semua makhluk, melestarikan planet ini, dan menghentikan tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya krisis iklim
  5. Kita menerima makanan ini demi membangun komunitas latihan, memperkuat tali persaudaraan, dan mewujudkan tekad untuk menolong semua makhluk.

Pendarasan

Pendarasan

Sanggha diundang untuk kembali kepada napasnya,
sehingga energi kebersamaan kesadaran penuh
mempersatukan kita menjadi satu makhluk tunggal,
mengalir bagaikan sungai,
tiada lagi cerai berai pemisahan,
izinkanlah Sanggha bernapas bagaikan satu tubuh,
melantun bagaikan satu tubuh,
mendengar bagaikan satu tubuh,
menembus jauh
melampaui garis pembatas sang aku yang tidak nyata,
terbebas dari kompleks superioritas,
kompleks inferioritas, dan kompleks ekualitas.


1a.   Persembahan Dupa

(GENTA 3x)
Mempersembahkan dupa seluas
angkasa raya
untuk Buddha dan Bodhisattwa
Harum semerbak dupa ini,
daya upaya benar,
dan sepenuh hati,
wawasan pengertian menjadi sempurna.
Semoga selalu menyertai
para buddha dan bodhisattwa.
Semoga terjaga sepenuhnya
tiba di rumah sejati. (GENTA)

1b.   Persembahan Dupa

(GENTA 3x)

Harumnya dupa telah mengundang bodhicitta hadir
Bersamaku, bersamaku sesungguhnya di sini, sesungguhnya di sini
Harumnya dupa ini melindungi serta menjaga batin
Oh… harumnya dupa ini menyatukan kita semua
Dalam pelaksanaan sila samadhi prajna
Kami datang persembahkan semua
Namo bodhisattvebhyah
Namo mahasattvebhyah
(GENTA)


2.   Menyentuh Bumi

Gatha Pembuka

Yang bersujud dan objek sujud pada hakikatnya sunyata.
Oleh sebab itu komunikasi, terjalin sempurna apa adanya.
Pusat latihan kami adalah jaring Indra
memantulkan semua Buddha di setiap sudut.
Diriku berdiri di hadapan setiap Buddha,
Aku berlindung kepadaMu.
(GENTA)

Bersujud

(menyentuh bumi setiap kali bunyi genta)

BERSUJUD (menyentuh bumi setiap kali bunyi genta)

Pemimpin:
Mempersembahkan cahaya di Sepuluh Penjuru

Bersama-sama:
Buddha, Dharma, dan Sanggha,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin: 
Mengajar dan hidup melalui kesadaran-penuh
di tengah-tengah penderitaan dan kebingungan,

Bersama-sama:
Buddha Sakyamuni,
Dia yang telah sadar sepenuhnya,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Memancarkan cahaya di semua penjuru
Sumber kehidupan di dunia ini

Bersama-sama:
Mahavairocana Tathagatha,
Ayahnda matahari
Buddha cahaya dan hidup tanpa batas
Kami bersujud padamu
(GENTA)


Pemimpin:
Memotong tembus ketidaktahuan,
menyadarkan hati dan pikiran kami,

Bersama-sama:
Manjusri, Bodhisattwa Pengertian Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Bekerja dengan penuh kesadaran, penuh suka cita
untuk kepentingan semua makhluk hidup,

Bersama-sama:
Samantabhadra, Bodhisattwa Tindak Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Mendengar secara mendalam,
melayani makhluk dalam cara tanpa batas,

Bersama-sama:
Awalokiteswara, Bodhisattwa Welas Asih Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Tiada ketakutan dan tekun mengarungi
alam-alam penderitaan dan kegelapan

Bersama-sama:
Ksitigarbha, Bodhisattwa Aspirasi Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Benih kesadaran dan cinta kasih
dalam anak-anak dan semua makhluk,

Bersama-sama:
Maitreya, Buddha yang akan datang,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Ibunda semua Buddha, bodhisattwa dan semua makhluk
Menopang dan menyembuhkan semuanya

Bersama-sama:
Bodhisattwa Pertiwi, Ibunda bumi
Permata indah jagad raya
Kami bersujud padamu
(GENTA)


Pemimpin:
Menunjukkan jalan tanpa rasa takut,
dan penuh welas asih
Bersama-sama:
seluruh guru silsilah leluhur spiritual,
kami bersujud padamu.
(GENTA 2x)


 

3.   Gatha Pembukaan

(GENTA 3x)
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammā-sambuddhassa (3x)
(GENTA)

Buddhadharma nan indah
kini kami terima
belajar dan praktikkan
merealisasikan maknanya
(GENTA)


 

4a.   Sutra Hati Prajnaparamita
Wawasan Pembawa ke Pantai Seberang

Avalokiteshvara
merenungkan mendalam
wawasan pembawa ke pantai seberang
seketika sadar bahwa
semua pancaskanda adalah sunyata adanya
merealisasikan ini
teratasi semua duka (G)

Wahai Sariputra,
tubuh ini adalah sunyata
dan sunyata adalah tubuh ini
tubuh ini tiada beda dengan sunyata
dan sunyata tiada beda dengan tubuh ini
begitu juga dengan perasaan,
persepsi, formasi mental,
dan kesadaran. (G)

Wahai Sariputra,
semua fenomena bercirikan sunyata;
sifat dasarnya adalah
tiada lahir tiada mati,
tiada eksis, tiada non eksis,
tiada noda, tiada suci
tiada bertambah tiada berkurang.
Maka itu sunyata,
tubuh, perasaan, persepsi,
formasi mental, dan kesadaran
bukanlah entitas tunggal terpisah. (G)

Delapan belas ranah fenomena
yaitu enam organ indra,
enam objek indra,
dan enam kesadaran
juga bukanlah entitas tunggal terpisah.
Dua belas rantai interdependen kemunculan
dan kemusnahannya
juga bukanlah entitas tunggal terpisah.
Duka, duka samudaya,
duka nirodha, marga
wawasan dan pencapaian,
juga bukanlah entitas tunggal terpisah.
Mereka yang melihat semua ini
tak perlu mencapai apa pun lagi. (G)

Bodhisattwa mempraktikkan
wawasan pembawa ke pantai seberang
tidak melihat adanya penghalang pikiran,
dan karena
tiada lagi penghalang pikiran, semua ketakutan teratasi,
musnahlah semua persepsi keliru
dan merealisasikan nirwana sempurna. (G)

Semua Buddha pada tiga masa
mempraktikkan wawasan pembawa ke pantai seberang
semua mampu mencapai
pencerahan autentik sempurna. (G)

Maka itu Sariputra,
ketahuilah bahwa
wawasan pembawa ke pantai seberang
adalah maha mantra,
maha vidya mantra,
anuttara mantra,
samasama mantra,
kearifan sejati berkekuatan
mengakhiri semua jenis duka. (G)

Maka itu marilah mendaraskan
mantra untuk memuja
wawasan pembawa ke pantai seberang
Gate, Gate, Paragate, Parasamgate, Bodhi Svaha!
Gate, Gate, Paragate, Parasamgate, Bodhi Svaha!
Gate, Gate, Paragate, Parasamgate, Bodhi Svaha!


5. Mengagungkan Nama Para Bodhisattwa

Kami mengagungkan namamu, Awalokiteswara.
Kami bercita-cita mempelajari cara mendengarmu
agar dapat membantu meringankan penderitaan di dunia.
Engkau tahu cara mendengar untuk memahami.
Kami mengagungkan namamu agar dapat berlatih mendengar
dengan seluruh perhatian dan keterbukaan hati.
Kami akan duduk dan mendengar tanpa disertai prasangka.
Kami akan duduk dan mendengar tanpa menghakimi atau bereaksi.
Kami akan duduk dan mendengar agar mampu memahami.
Kami akan duduk dan mendengarkan sedemikian rupa
sehingga kami dapat menyimak apa yang disampaikan orang lain
serta apa yang belum dituturkannya.
Kami tahu hanya dengan mendengarkan secara mendalam saja,
kami dapat meringankan banyak kepedihan dan penderitaan dalam diri orang lain.
(GENTA)

Kami mengagungkan namamu, Manjusri.
Kami bercita-cita mempelajari caramu,
yaitu diam tak bergeming dan melihat jauh ke dalam jantung segala sesuatu dan hati manusia secara mendalam.
Kami akan melihat dengan seluruh perhatian dan keterbukaan hati kami.
Kami akan melihat dengan mata polos tanpa prasangka.
Kami akan melihat tanpa menghakimi atau bereaksi.
Kami akan melihat secara mendalam sehingga kami mampu melihat dan memahami akar-akar penderitaan, ketidakkekalan, dan hakikat tanpa-diri segala sesuatu.
Kami akan berlatih caramu menggunakan pedang kebijaksanaan
untuk memotong tembus belenggu penderitaan,
sehingga membebaskan diri kami dan berbagai spesies lainnya.
(GENTA)

Kami mengagungkan namamu, Samantabhadra.
Kami bercita-cita mempraktikkan aspirasimu
untuk bertindak dengan mata dan hati yang penuh belas kasih.
Kami menyatakan bersedia dan sanggup untuk membawa suka cita kepada satu orang di pagi hari
serta meringankan penderitaan satu orang di sore hari.
Kami tahu kebahagiaan orang lain adalah kebahagiaan kami
dan kami siap dan bersedia mempraktikkan mudita di jalan pelayanan.
Kami tahu bahwa setiap kata, setiap tatapan, setiap tindakan, dan setiap senyuman dapat menghantarkan kebahagiaan kepada orang lain.
Kami tahu jika kami berlatih dengan sepenuh hati,
kami sendiri dapat menjadi sumber kedamaian dan suka cita yang tiada habisnya bagi orang-orang yang kami kasihi maupun semua spesies.
(GENTA 2x)


6. Pembacaan Sutra / Meditasi

(Pemimpin kebaktian membacakan sutra, sementara para peserta lainnya menyimak dengan hening dan berkesadaran sepenuhnya)

(GENTA 2x)


7a. Tiga Perlindungan

Aku berlindung pada Buddha
Penunjuk jalan dalam kehidupan
Namo Buddhaya (3x)

Aku berlindung pada Dharma
Ajaran kasih dan pengertian
Namo Dharmaya (3x)

Aku berlindung pada Sangha
Komunitas sadar penuh harmonis
Namo Sanghaya (3x)

Namo Buddhaya
Namo Dharmaya
Namo Sanghaya
(GENTA 2x)


7b. Tisarana

Buddha yang mulia, penunjuk jalan ke pencerahan
Namo Buddhaya

Dharma yang mulia, ajaran kasih bijaksana
Namo Dharmaya

Sangha yang mulia, hidup bersama damai dan harmonis
Namo Sanghaya

Pulang ke Buddha, jalan begitu indah dan cerah
Namo Buddhaya

Pulang ke Dharma, belajar dan mempraktikkan transformasi diri
Namo Dharmaya

Pulang ke Sangha, komunitas mendukung, membimbing serta, mendukung latihan
Namo Sanghaya

Buddha di hati, semua makhluk terinpirasi hati bersinar
Namo Buddhaya

Dharma di hati, semua makhluk menguasai praktik transformasi
Namo Dharmaya

Sangha di hati, semua makhluk berkomunitas hidup harmonis
Namo Sanghaya

Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi
Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi
Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi

7c.   Berbagi Jasa Kebajikan

Aku berlindung kepada Buddha,
yang menunjukkan kepadaku jalan dalam kehidupan ini.
Aku berlindung kepada Dharma,
jalan pengertian dan cinta kasih.
Aku berlindung kepada Sanggha,
komunitas yang hidup dalam keharmonisan dan kesadaran-penuh.
(GENTA)

Berada dalam perlindungan Buddha,
aku dengan jelas melihat kejernihan dan keindahan di dunia.
Berada dalam perlindungan Dharma,
aku belajar untuk membuka banyak pintu transformasi.
Berada dalam perlindungan Sanggha,
cahaya tuntunan yang mendukungku,
menjaga latihanku bebas dari gangguan.
(GENTA)

Berlindung kepada Buddha dalam diriku,
aku beraspirasi membantu semua orang menyadari
hakikat pencerahan sejati dirinya sendiri,
untuk merealisasi bodhicitta.
Berlindung kepada Dharma dalam diriku,
aku beraspirasi menolong semua orang
menguasai cara latihan dengan baik,
dan melangkah bersama di jalan pembebasan.
Berlindung kepada Sanggha dalam diriku,
aku beraspirasi menolong semua orang membangun Empat Komunitas,
untuk merangkul semua orang dan mendukung transformasinya.
(GENTA 2x)


8a.   Berbagi Jasa Kebajikan

Mendaraskan sutra
Berlatih kesadaran penuh
Mendatangkan berkah kebajikan
Dilimpahkan pada alam semesta
kepada ayah dan ibu
guru, sahabat, dan semua makhluk
pendukung disepanjang hidup ini
(GENTA 3x)


8b.   Berbagi Jasa Kebajikan

Semoga jasa dan kebajikan
Memperindah Tanah Suci para Buddha
Membalas Empat Budi Besar
Dan menolong mereka di Tiga Alam Sengsara

Semoga mereka yang mendengarkan Dharma ini
Semua bertekad membangkitkan kebodhian
Sampai di akhir kehidupan ini
Bersama-sama lahir di alam bahagia.


8c.   Berbagi Jasa Kebajikan

Sehari telah berlalu,
usia telah berkurang.
Marilah kita periksa
apa yang telah kita lakukan.
Wahai komunitas,
berlatihlah dengan rajin dan
sepenuh hati dalam meditasi.
Ingatlah segala sesuatu tiada yang kekal abadi,
hiduplah dalam kebebasan setiap momen,
agar kehidupan tidak lewat begitu saja tanpa makna.

Makhluk tiada batas, aku bertekad membebaskannya
Gangguan batin tiada ujung, aku bertekad memutuskannya
Pintu Dharma tak terukur, aku bertekad mempelajarinya
Buddhadharma tak tertandingi, aku bertekad merealisasikannya

Membaca sutra, mempraktikkan jalan penuh kesadaran,
memberikan manfaat tanpa batas.
Kami bersedia untuk berbagi hasil kemajuan praktik kepada semua makhluk.
Kami bersedia untuk mempersembahkan penghormatan kepada orang tua, para guru, sahabat, serta makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya yang telah memberikan bimbingan dan dukungan di sepanjang jalan.
Saddhu, Saddhu, Saddhu (GENTA 3x)

 

Lima Latihan Menyentuh Bumi

Lima Latihan Menyentuh Bumi

MENYENTUH BUMI

Latihan Menyentuh Bumi adalah kembali ke bumi, ke akar kita, ke leluhur kita, dan menyadari bahwa kita tidak sendirian tapi tersambung dengan seluruh aliran spiritual dan darah leluhur. Kita adalah penerus, kelanjutan dari mereka, dan bersama mereka kita akan berlanjut ke generasi yang akan datang. Kita menyentuh bumi untuk menghalau ide bahwa kita terpisah, dan mengingatkan kita bahwa kita adalah bagian dari kehidupan dan bumi.

Ketika menyentuh bumi, kita menjadi kecil, dengan kerendahan hati dan kesederhanaan seorang anak kecil. Ketika kita menyentuh bumi, kita menjadi besar, seperti pohon purba menancapkan akarnya jauh ke dalam tanah, dan minum dari sumber semua air. Ketika kita menyentuh bumi, kita menarik napas bersama semua kekuatan dan kemantapan bumi, dan kita menghembuskan semua penderitaan kita—perasaan marah, benci, takut, ketidakmampuan, dan ratapan kita.

Kita mempertemukan kedua telapak tangan kita untuk membentuk kuntum lotus dan dengan lembut kita menundukkan diri kita ke tanah, sehingga keempat anggota tubuh dan dahi kita nyaman bertumpu pada lantai. Ketika menyentuh bumi, kita putarkan tangan kita ke atas, menunjukkan keterbukaan kita pada Tiga Permata—Buddha, Dharma, dan Sanggha. Bahkan setelah melaksanakan “Lima Jurus Menyentuh atau Tiga Jurus Menyentuh” sebanyak satu atau dua kali, kita akan dapat membuang sejumlah penderitaan dan perasaan terasing dan kita bersatu dengan leluhur, orang tua, anak, dan teman-teman.

LIMA BAGIAN MENYENTUH BUMI

I
Dengan penuh rasa syukur, aku membungkuk hormat kepada semua leluhur kandungku.
[GENTA]
[SEMUA MENYENTUH BUMI]

Aku melihat ibu dan ayahku, yang darah, daging dan vitalitasnya mengalir dalam pembuluh darahku dan merawat setiap sel dalam tubuhku. Melalui mereka, aku melihat keempat kakek dan nenekku. Harapan, pengalaman, dan kebijaksanaan mereka ditransmisikan dari begitu banyak generasi leluhur. Aku membawa hidup, darah, pengalaman, kebijaksanaan, kebahagiaan, dan penderitaan dari semua generasi di dalam diriku. Aku berlatih untuk mengubah penderitaan dan semua elemen yang harus diubah. Aku membuka hati, daging, dan tulang dalam diriku untuk menerima energi pemahaman, cinta, dan pengalaman untuk ditransmisikan kepada diriku oleh semua leluhurku. Aku melihat akar diriku dalam diri ayah, ibu, kakek, nenek, dan semua leluhurku.

Aku tahu bahwa aku hanyalah penerus, kelanjutan dari leluhurku. Berikanlah dukungan, perlindungan, dan energimu pada diriku. Aku tahu di mana anak dan cucu berada, leluhur juga ada di sana. Aku tahu orang tua selalu menyayangi dan mendukung anak dan cucunya, meskipun mereka tidak selalu mampu mengungkapkannya secara terampil karena kesulitan-kesulitan yang telah mereka alami. Aku melihat para leluhurku telah berusaha untuk membangun cara hidup berdasarkan rasa syukur, sukacita, keyakinan, rasa hormat, dan cinta kasih. Sebagai penerus dari leluhurku, aku membungkuk hormat secara mendalam dan mengizinkan energi mereka mengalir melalui diriku. Aku memohon dukungan, perlindungan, dan kekuatan dari para leluhurku.

[TIGA KALI NAPAS]
[GENTA]
[SEMUA BERDIRI]


II
Dengan penuh rasa syukur, aku membungkuk hormat kepada semua generasi leluhur dalam keluarga spiritualku.
[GENTA]
[SEMUA MENYENTUH BUMI]

Aku melihat sosok para guruku dalam diriku, mereka yang menunjukkan jalan cinta kasih dan pengertian padaku, cara untuk bernapas, tersenyum, memaafkan, dan hidup sepenuhnya pada momen ini. Aku melihat melalui guru-guruku semua guru dari banyak generasi dan tradisi, kembali pada mereka yang memulai keluarga spiritualku ribuan tahun yang lalu. Aku melihat Buddha atau Yesus Kristus atau pemimpin agama lain sebagai guru-guruku, dan juga sebagai leluhur spiritualku. Aku melihat energi mereka dan energi dari banyak generasi dari para guru memasuki diriku dan menciptakan kedamaian, sukacita, pengertian, dan kasih sayang dalam diriku. Aku tahu bahwa energi dari para guru ini telah banyak mengubah dunia. Tanpa Buddha dan semua leluhur spiritual, aku tidak akan tahu cara berlatih untuk menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupku serta hidup keluargaku dan masyarakat. Aku membuka hati dan tubuhku untuk menerima energi pengertian, kasih sayang, dan perlindungan dari mereka yang tercerahkan, ajaran-ajaran mereka, dan komunitas yang mempraktikkannya dari generasi ke generasi. Aku adalah penerus mereka, aku memohon pada para leluhur spiritualku untuk menyalurkan sumber energi, kedamaian, stabilitas, pengertian, dan cinta mereka yang tidak terbatas pada diriku. Aku bertekad untuk berlatih mengubah penderitaanku dan penderitaan dunia, dan menyalurkan energi mereka kepada para praktisi generasi yang akan datang. Leluhur spiritualku mungkin menghadapi kesulitan mereka sendiri dan tidak selalu dapat mentransmisikan ajarannya, namun aku menerima mereka apa adanya.

[TIGA KALI NAPAS]
[GENTA]
[SEMUA BERDIRI]


III
Dengan penuh rasa syukur, aku membungkuk hormat kepada bumi ini dan semua leluhur yang telah menghadirkannya.
[GENTA]
[SEMUA MENYENTUH BUMI]

Aku melihat bahwa diriku utuh, terlindungi, dan dirawat oleh negeri ini dan oleh semua makhluk hidup yang pernah ada di sini dan membuat hidupku lebih mudah dan memungkinkan melalui semua usaha mereka. Aku melihat Ibu Kartini, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, Gus Dur, dan lain-lain, yang terkenal dan tidak terkenal. Aku melihat mereka semua yang telah menjadikan negara ini sebagai tempat berlindung bagi orang-orang dari beragam asal-usul dan warna kulit, dengan talenta, ketekunan, dan cinta mereka —mereka yang telah bekerja keras membangun sekolah, rumah sakit, jembatan, dan jalan raya, yang melindungi hak asasi manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berjuang untuk kebebasan dan keadilan sosial. Aku melihat diriku menyentuh leluhur nenek moyang Nusantara asli yang telah hidup di tanah ini untuk waktu yang lama dan tahu cara untuk hidup dalam damai dan selaras dengan alam, melindungi gunung-gunung, hutan, binatang, tumbuhan, dan mineral dari negeri ini. Aku merasa energi negeri ini masuk ke dalam tubuh dan jiwaku, mendukung dan menerima diriku. Aku bertekad untuk mengembangkan dan memelihara energi ini dan mentransmisikannya kepada generasi yang akan datang. Aku bertekad untuk berkontribusi dalam mengubah kekerasan, kebencian, dan delusi yang masih bersemayam dalam kedalaman kesadaran kolektif masyarakat, sehingga generasi mendatang akan lebih menikmati keamanan, sukacita, dan kedamaian. Aku memohon perlindungan dan dukungan pada negeri ini.

[TIGA KALI NAPAS]
[GENTA]
[SEMUA BERDIRI]


IV

Dengan penuh rasa syukur dan welas asih, aku membungkuk hormat dan mengirimkan energiku kepada mereka yang aku sayangi.

[GENTA]
[SEMUA MENYENTUH BUMI]

Semua energi yang telah aku terima, kini ingin aku kirimkan kepada ayahku, ibuku, dan semua orang yang aku sayangi, semua yang telah menderita dan cemas karena aku dan demi diriku. Aku tahu aku tidak cukup sadar penuh dalam kehidupanku sehari-hari. Aku juga tahu bahwa mereka yang mengasihi diriku juga menghadapi kesulitannya masing-masing. Mereka telah menderita karena mereka kurang beruntung, tidak memiliki lingkungan yang mendorong mereka untuk berkembang penuh. Aku mengirimkan energiku untuk ibuku, ayahku, kakakku, adikku, orang yang aku sayangi, suamiku, istriku, anak perempuanku dan anak laki-lakiku, sehingga penderitaan mereka bisa teratasi, sehingga mereka bisa tersenyum dan merasakan sukacita karena hidup. Aku ingin mereka semua sehat dan gembira. Aku tahu bahwa jika mereka bahagia, aku juga akan bahagia. Aku tidak lagi merasa dendam terhadap siapa pun di antara mereka. Aku berdoa agar semua leluhur keluarga kandungku dan keluarga spiritualku memusatkan energinya kepada mereka semua, untuk melindungi dan mendukung mereka. Aku tahu bahwa aku tidak terpisahkan dari mereka. Aku adalah satu kesatuan dengan orang-orang yang aku sayangi.

[TIGA KALI NAPAS]
[GENTA]
[SEMUA BERDIRI]


V
Dengan penuh pengertian dan welas asih, aku membungkuk hormat untuk mendamaikan diriku dengan mereka yang telah membuatku menderita.
[GENTA]
[SEMUA MENYENTUH BUMI]

Aku membuka hatiku dan mengirimkan energi cinta dan pengertianku kepada semua orang yang telah membuat diriku menderita, kepada mereka yang telah merusak hidupku dan hidup orang-orang yang aku sayangi. Aku tahu orang-orang ini telah mengalami banyak penderitaan dan hati mereka diliputi oleh kepedihan, kemarahan, dan kebencian. Aku tahu bahwa mereka yang menderita begitu dalam akan menyebabkan semua yang ada di sekitar mereka juga menderita. Aku tahu mereka kurang beruntung, tidak pernah memiliki kesempatan untuk diperhatikan dan dicintai. Kehidupan dan masyarakat telah memberi mereka banyak kesulitan. Mereka telah dipersalahkan dan diperlakukan secara tidak adil. Mereka tidak mendapat bimbingan untuk menjalani hidup penuh kesadaran. Mereka telah menimbun persepsi yang keliru tentang hidup, tentang diriku, dan tentang kita. Mereka telah menyalahkan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Aku berdoa agar leluhur keluarga kandungku dan keluarga spiritualku mengirimkan energi cinta dan perlindungan kepada mereka, orang-orang yang telah membuat kita menderita, sehingga hati mereka mampu menerima nektar cinta dan mekar seperti bunga. Aku berdoa agar mereka dapat bertransformasi agar dapat mengalami kebahagiaan hidup, sehingga mereka tidak terus menyebabkan diri mereka dan orang lain menderita. Aku melihat penderitaan mereka dan aku tidak ingin menyimpan perasaan benci atau marah terhadap mereka dalam diriku. Aku tidak ingin mereka menderita. Aku menyalurkan energi cinta dan pengertianku kepada mereka dan mengharapkan semua leluhurku menolong mereka.

[TIGA KALI NAPAS]
[GENTA]
[SEMUA BERDIRI]

Lima Latihan Sadar Penuh

Lima Latihan Sadar Penuh
  1. Latihan Pertama: Menjunjung Tinggi Kehidupan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh penghancuran kehidupan, aku bersedia memupuk pengertian mendalam atas keadaan saling bergantungan dan welas asih, mencari cara untuk melindungi kehidupan manusia, fauna, flora, dan bumi ini. Aku bertekad untuk tidak membunuh, tidak membiarkan pihak lain membunuh, dan tidak mendukung segala jenis pembunuhan di dunia ini, baik melalui pikiran maupun cara hidupku. Aku menyadari bahwa tindakan kekerasan berasal dari kemarahan, ketakutan, keserakahan, dan intoleransi yang berakar dari pemikiran diskriminatif dan dualistis. Aku akan menumbuhkan sifat keterbukaan, nondiskriminasi dan nonkemelekatan terhadap pandangan demi mentransformasikan kekerasan, fanatisme, dan dogmatisme dalam diriku dan di dunia ini.

  2. Latihan Kedua: Kebahagiaan Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh eksploitasi, ketidakadilan sosial, pencurian, dan penindasan, aku bersedia berlatih hidup dalam kedermawanan secara pikiran, ucapan, dan perbuatan. Aku bertekad untuk tidak mencuri dan tidak memiliki sesuatu yang seharusnya milik pihak lain, aku akan berbagi waktu, energi, dan sumber materi bersama mereka yang membutuhkannya. Aku akan berlatih menatap secara mendalam untuk menyadari bahwa kebahagiaan dan penderitaan pihak lain juga merupakan kebahagiaan dan penderitaan diriku, kebahagiaan sesungguhnya tak akan bisa hadir tanpa pengertian dan welas asih; aku mengerti bahwa mengejar kekayaan, ketenaran, kekuasaan, dan kenikmatan sensual bisa membawa makin banyak penderitaan dan keputusasaan. Aku menyadari sepenuhnya bahwa kebahagiaan berkaitan erat dengan sikap mental dan kebahagiaan tidak bergantung pada kondisi eksternal, dan aku bisa hidup dengan bahagia pada momen kini hanya dengan mengingat bahwa aku sudah memiliki kondisi secukupnya untuk berbahagia. Aku bertekad untuk berlatih hidup sesuai dengan penghidupan benar sehingga bisa ikut membantu mengurangi penderitaan makhluk lain di dunia ini dan menghentikan kontribusi terhadap perubahan iklim.

  3. Latihan Ketiga: Cinta Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh penyimpangan perilaku seksual, aku bersedia untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan mencari cara untuk melindungi keamanan dan integritas individual, pasangan, keluarga, dan masyarakat. Mengetahui bahwa nafsu seksual dan cinta kasih merupakan dua hal yang berbeda, dan aktivitas seksual yang didorong oleh nafsu keinginan selalu melukai diriku kemudian juga melukai pihak lain, aku bertekad untuk tidak terlibat dalam hubungan seksual yang tanpa dilandasi cinta sesungguhnya, cinta mendalam, komitmen jangka panjang. Aku akan bertindak sesuai kemampuanku dalam melindungi anak-anak dari pelecehan seksual dan mencegah perceraian pasangan dan keluarga yang diakibatkan oleh perilaku seksual tidak pantas. Mengerti bahwa badan jasmani dan pikiran merupakan satu kesatuan, aku bersedia mencari cara pantas untuk menjaga energi seksual dan menumbuhkan cinta kasih, welas asih, suka cita, dan sikap inklusif, yang merupakan empat elemen dasar cinta sesungguhnya, demi kebahagiaan lebih besar bagi diriku dan pihak lain. Aku menyadari bahwa dengan mempraktikkan empat elemen dasar cinta sesungguhnya, aku akan terus dilanjutkan dengan indah di masa mendatang.

  4. Latihan Keempat: Ucapan Cinta Kasih dan Mendengar Mendalam
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh bicara tanpa berkesadaran penuh dan ketidakmampuan untuk mendengarkan pihak lain, aku bersedia untuk menumbuhkan ucapan cinta kasih dan mendengar dengan welas asih demi mengurangi penderitaan dan upaya menciptakan rekonsiliasi dan kedamaian dalam diriku dan sesama orang lain, etnik, sahabat religius, dan antar negara. Mengetahui bahwa kata-kata dapat menghadirkan kebahagiaan maupun menciptakan penderitaan, aku bersedia berbicara sesuai keadaan yang sesungguhnya dengan menggunakan kata-kata yang dapat menumbuhkan keyakinan, suka cita, dan harapan. Ketika kemarahan membara dalam diriku, untuk sementara aku bertekad untuk tidak berbicara. Aku akan berlatih napas dan jalan penuh kesadaran untuk mengenali dan menatap mendalam terhadap kemarahanku. Aku tahu bahwa akar kemarahan ada dalam persepsi keliru dan pengertian kurang lengkap atas penderitaan dalam diriku maupun pihak lain. Aku akan berbicara dan mendengar dengan sedemikian rupa sehingga membantu meringankan penderitaan pihak lain dan mencari cara untuk keluar dari situasi sulit itu. Aku bertekad untuk tidak menyebarkan berita-berita yang belum aku ketahui dengan pasti dan juga tidak melontarkan kata-kata yang dapat mengakibatkan perpecahan dan perselisihan. Aku akan berlatih semangat ketekunan benar untuk memupuk kapasitas pengertian, cinta kasih, suka cita, dan sikap inklusif, serta secara perlahan-lahan mentransformasikan kemarahan, kekerasan, dan ketakutan yang terselubung jauh dalam kesadaranku.

  5. Latihan Kelima: Nutrisi dan Penyembuhan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh konsumsi tanpa berkesadaran penuh, aku bersedia menjaga kesehatan dengan baik, secara fisik maupun mental, bagi diriku sendiri, keluarga, dan masyarakat dengan cara berlatih makan, minum, dan mengonsumsi dengan penuh kesadaran. Aku akan berlatih menatap mendalam terhadap cara aku mengonsumsi Empat Jenis Makanan yaitu makanan lewat mulut, kesan impresi, niat, dan kesadaran. Aku bertekad untuk tidak menggunakan alkohol, obat-obat terlarang, terlibat dalam perjudian atau produk-produk seperti: situs internet, permainan elektronik, program televisi, film, majalah, buku, dan percakapan tertentu yang mengandung toksin. Aku akan berlatih untuk kembali pada momen kekinian untuk menyentuh elemen-elemen kesegaran, penyembuhan, dan nutrisi dalam diriku dan di sekitarku, tidak membiarkan penyesalan dan kemurungan menyeretku kembali ke masa lalu, juga tidak membiarkan kecemasan, ketakutan, dan kemelekatan menarik aku keluar dari momen kekinian. Aku bertekad untuk tidak menutupi kesepian, kecemasan, atau penderitaan jenis lainnya dengan cara tenggelam dalam mengonsumsi. Aku akan merenungkan sifat saling bergantungan dan mengonsumsi dengan sedemikian rupa agar aku bisa terus menumbuhkan kedamaian, suka cita, dan kesehatan badan jasmani serta kejernihan kesadaran sendiri maupun kolektif dalam keluarga, masyarakat, dan dunia ini.

Sumber: The 5 Mindfulness Trainings