Kokoh bagaikan Gunung — Syair Paralel untuk Tahun Kuda

Kokoh bagaikan Gunung — Syair Paralel untuk Tahun Kuda

Dengan penuh sukacita Plum Village mempersembahkan syair paralel ini untuk menyambut Tết, Tahun Baru Imlek Tahun Kuda.

Tentang apakah Tradisi ini sesungguhnya?

Setiap malam Tahun Baru Imlek, guru kami yang tercinta, Thich Nhat Hanh, menciptakan sebuah tradisi menulis sebuah syair puisi sederhana dalam bentuk kaligrafi kepada sangha yang dapat menginspirasi dan memelihara praktik berkesadaran penuh kita sepanjang tahun. Inovasi Thay ini dibentuk untaian dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Vietnam (bukan dalam aksara Tionghoa). Komunitas Plum Village sangat senang melanjutkan tradisi indah ini.
Di pusat-pusat latihan Plum Village di seluruh dunia, kami mencetak kaligrafi ini (dengan tetap mempertahankan bentuk diamond atau belah ketupat), menempelkannya pada kartu berwarna-warni, dan memasangnya di sekitar ruang makan, aula meditasi, dan ruang tempat tinggal sebagai persiapan untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Kami juga menggantungnya di dahan pohon Japonica dan Plum yang berbunga lebih awal yang kami bawa masuk untuk mempercantik ruangan kami, sebagai simbol datangnya musim semi.
Saat melafalkan syair ini, kita dapat mengkombinasikan setiap baris dengan napas kita. Misalnya, kita dapat merenungkan “Kokoh bagaikan gunung” saat kita menarik napas, dan merenungkan “Bebas bagaikan awan putih” saat kita mengembuskan napas. Kata-kata ini bukanlah sebuah pernyataan, melainkan aspirasi hidup yang ingin kita tumbuhkan.
Kita dapat menempatkan dua bentuk yang saling melengkapi ini sebagai pasangan, berdekatan satu sama lain (di atas, bawah, atau di samping). Anda dapat mencetak dan menempelkan syair-syair tersebut di kulkas, pintu, atau di dekat sakelar lampu sebagai pengingat yang baik agar selalu mengingat pesannya, dan memperbarui diri kita dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat berkreasi dengan tempat di mana ingin menempelkannya dan cara mempraktikkan syair-syair ini.

Bagaimana Cara Berlatih dengan Syair Tahun Ini?

Solid Bagaikan Gunung

Napas masuk, saya melihat diri saya bagai sebuah gunung.
Napas keluar, saya merasa kokoh.

Latihan ini membantu kita untuk berdiri kokoh ketika kita diliputi perasaan kuat yang menggangu. Setiap kali kita merasa putus asa, cemas, takut, atau marah, kita hanyut terbawa ke pusat pusaran angin. Kita seperti pohon yang berdiri di tengah badai. Jika kita melihat ke atas, kita akan melihat cabang-cabang kita merunduk seolah-olah akan patah dan terbawa badai. Akan tetapi jika kita melihat ke bawah pada batang dan akarnya, kita akan tahu bahwa akar pohon itu tertancap kuat di bumi, dan kita akan merasa lebih stabil dan rileks.

Tubuh dan pikiran seperti itu. Ketika ada badai emosi dalam diri kita, jika kita tahu bagaimana menarik diri dari badai—artinya, jika kita tahu bagaimana menarik diri dari kekacauan di otak kita—kita tidak akan tersapu. Kita harus mengalihkan perhatian kita ke satu tempat di perut kita yang disebut titik akupunktur dantien (sekitar empat jari di bawah pusar) dan bernapas dengan perlahan dan mendalam selaras dengan syair “gunung, kokoh.”

Dengan melakukan ini, kita akan melihat bahwa diri kita bukan terdiri dari emosi kita semata. Emosi datang dan pergi, tetapi diri kita akan tetap ada. Ketika kita tertekan oleh emosi kita, kita merasa sangat tidak aman dan rapuh; kita merasa seolah kita berada dalam bahaya kehilangan nyawa. Beberapa orang tidak tahu bagaimana menghadapi emosi mereka yang kuat. Ketika mereka sangat menderita karena keputusasaan, ketakutan, atau kemarahan, mereka berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan mereka adalah dengan mengakhiri hidup mereka. Tetapi mereka yang tahu bagaimana duduk bermeditasi dan berlatih bernapas dengan latihan “gunung, kokoh” dapat melewati masa-masa sulit dan penderitaan seperti itu.

Latihan ini juga dapat dipraktikkan saat kita berbaring. Kita dapat mengarahkan perhatian kita pada naik turunnya perut bagian bawah dan terus mengamatinya. Ini akan memungkinkan kita untuk meninggalkan badai dan tidak jatuh kembali ke dalamnya. Kita berlatih bernapas dengan perut ini sampai hati dan pikiran kita tenang dan badai berlalu.

Namun, kita tidak boleh menunggu sampai kita berada dalam kesulitan untuk berlatih. Jika kita belum membiasakan diri untuk berlatih, kita tidak akan tahu apa yang harus dilakukan, dan emosi kita mungkin akan kembali menguasai dan membuat kita tertekan. Untuk membentuk kebiasaan yang baik, kita dapat berlatih setiap hari; dengan cara itu, setiap kali perasaan menyakitkan muncul, kita akan tahu secara alami bagaimana mentransformasikannya.

Selain itu, kita dapat menjelaskan praktik ini kepada kaum muda untuk membantu mereka agar tidak menjadi korban emosi mereka yang kuat.

~ Thich Nhat Hanh (The Blooming of a Lotus: Essential Guided Meditations for Mindfulness, Healing, and Transformation)

Bebas bagaikan Awan Putih

Anda merasa tidak memiliki kebebasan, tetapi kebebasan dari apa? Kebebasan untuk melakukan hal yang Anda inginkan? Kebebasan paling utama adalah kebebasan dari amarah, kesedihan, kebingungan, dan dari keterikatan Anda. Karena semua hal ini membawa keburukan, semua hal ini membawa penderitaan.

Kebebasan adalah latihan kita, karena setiap menit latihan kita dapat membantu membawa kebebasan kepada kita—kebebasan dari kelalaian (forgetfulness). Kita lupa bahwa hidup adalah keajaiban. Hidup dan berada di planet ini—penuh kehidupan, penuh keajaiban—adalah kebahagiaan. Mengetahui bahwa Kerajaan Allah, Tanah Suci Buddha tersedia di sini dan saat ini. Terkadang akal pikiran kita menyadari bahwa keajaiban hidup, kerajaan itu, ada di sini dan saat ini, namun kita tidak dapat terhubung dengannya karena amarah, depresi, ketidakpastian, dan keputusasaan kita. Itulah kebebasan paling utama, kebebasan dari penderitaan kita. Kita berlatih berkesadaran penuh yang benar (right mindfulness, 正念) untuk kembali ke sini dan saat ini, sehingga kita dapat menyentuh Kerajaan Allah, Tanah Suci Buddha, keajaiban hidup.

~ Thich Nhat Hanh (Dikutip dari Dharma talk Thay pada tanggal 13 Mei 2004)

Komunitas yang terkasih, sungguh merupakan sumber sukacita yang luar biasa mengetahui bahwa kita saling memiliki satu sama lain dan memiliki satu jalan praktik yang indah. Semoga kita semua memiliki keberanian untuk menyembuhkan dan berdamai dengan masa lalu kita, sehingga kita dapat meraih lebih banyak kebebasan di masa kini dan terus melangkah indah ke masa depan. Semoga kita semua terus berlatih bersama, menciptakan kedamaian, stabilitas, dan kebebasan dalam setiap langkah dan setiap tarikan napas! (Penerjemah: RuminiTrue Spring Season)

Dari Plum Village, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek yang penuh kedamaian dan kebahagiaan!


Unduh Syair Paralel yang Ditulis oleh Br. Phap Huu
Unduh syair paralel ini dalam bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, atau Vietnam untuk dicetak di kertas A4. (Berbagai ukuran)

Gatha untuk Berlatih

Gatha untuk Berlatih

Gatha adalah syair pendek untuk dilafalkan dalam hati saat melakukan aktivitas sehari-hari. Menghafal puisi-puisi ini dapat membantu kita menumbuhkan energi kesadaran penuh (mindfulness) dan hadir di saat ini, apa pun yang sedang kita lakukan. Ketika kita dapat menyentuh saat ini secara mendalam, kita dapat menyentuh dimensi tertinggi.

Thich Nhat Hanh menyarankan agar kita menarik napas masuk dengan penuh kesadaran pada baris pertama setiap syair, dan mengembuskan napas keluar dengan penuh kesadaran pada baris kedua; menarik napas masuk pada baris ketiga dan mengembuskan napas keluar pada baris keempat. Anda juga bisa melakukannya sambil tersenyum.


*Nomor urutan Gatha sesuai dengan buku “Present Moment Wonderful Moment”

1

Bangun Pagi

Bangun pagi tersenyum
Sudah Ada 24 jam baru
Bertekad hidup sepenuhnya
Mata kasih menatap kehidupan


2

Turun dari Ranjang

Pagi, siang, sore, dan malam
melindungi semua makhluk
jika tak sengaja terinjak
semoga terbebaskan


3

Langkah Pertama

Meletakkan kaki ke bumi
suatu keajaiban luar biasa
Setiap langkah penuh perhatian
Dharmakaya terlihat jelas


4

Menyalakan Lampu

Kealpaan adalah kegelapan,
Perhatian penuh adalah cahaya.
Aku membawa kewaspadaan
untuk menyinari semua kehidupan.


5

Melipat Selimut

Melipat selimut bersukacita
Hidup menjadi rapi teratur
badan pikiran terkendalikan
kekotoran batin berjatuhan


6

Membuka Jendela

Membuka jendela, melihat Dharmakaya.
Betapa menakjubkannya hidup ini!
Penuh perhatian setiap saat,
hati jernih bagai sungai tenang.


7

Keran Air

Air berasal dari pegunungan tinggi
Air berasal dari perut Bumi.
Air mengalir begitu menakjubkan
Rasa syukur selalu ada air


8

Membasuh Wajah

Membasuh wajah juga hati,
membersihkan semua daki.
Supaya sumber kedamaian,
merembes ke semua tubuh


9

Menggosok Gigi

Menggosok gigi dan berkumur,
demi memurnikan cara berbicara.
mulut harum oleh ucapan benar,
bunga mekar di taman hati.


10

Berkumur

Berkumur hatiku bersih,
kosmos harum oleh aroma bunga.
tubuh, ucapan, dan pikiran menjadi murni
bersama Buddha di Sukhāvatī


11

Bercermin

Kesadaran penuh adalah maha cermin
memantulkan keempat elemen
Cinta kasihlah yang terindah
dan cara pandang terbuka lebar.


12

Menggunakan Toilet

Tiada kotor juga tiada bersih,
tiada berkurang juga tiada bertambah.
Kearifan pembawa ke pantai seberang,
tiada Dharma yang lebih tinggi daripada itu.


13

Mencuci Tangan

Sesauk air mencuci tangan
semoga semua makhluk
memiliki tangan terampil
melestarikan planet ini.


14

Membasuh Diri (Mandi)

Tiada lahir juga tiada mati
tiada awal juga tiada akhir.
mewariskan dan mewarisi,
Dharmadhatu menakjubkan.


15

Mengenakan Pakaian

Mengenakan Pakaian
Bersyukur pada penjahit
juga semua bahan-bahannya.
Semoga semua punya cukup pakaian.


16

Memberi Salam

Sekuntum seroja untukmu
seorang calon Buddha.


17

Menenangkan Napas

Napas masuk tubuh tenang
napas keluar tersenyum
berdiam di momen ini
momen paling menakjubkan


18

Meditasi Pagi

Dharmakaya bersinar kala fajar menyingsing
Tubuh ini hening, batin ini menjadi damai
Senyum simpul di bibir kami.
Ini hari baru, kami bertekad hidup berkesadaran.
Agar mentari pengertian bisa terbit, menyinari seluruh penjuru.
Sanggha mulia, curahkan perhatianmu pada meditasi.
Namo Shakyamunaye Buddhaya


19

Merapikan Sandal

Letakkan sandal dengan rapi,
semoga langkah semua orang
selalu berkesadaran penuh,
keluar masuk tanpa beban.


20

Memasuki Aula Meditasi

Memasuki aula meditasi,
terlihat hati sejatiku
seketika telah duduk
gangguan pikiran berhenti


21

Menyalakan Lilin

Menyalakan lilin ini,
Mempersembahkan cahaya
kepada semua Buddha
hatiku damai dan gémira
menerangi seluruh dunia


22

Persembahan Dupa

Mempersembahkan dupa seluas
angkasa raya
untuk Buddha dan Bodhisattwa
Harum semerbak dupa ini,
daya upaya benar,
dan sepenuh hati,
wawasan pengertian menjadi sempurna.
Semoga selalu menyertai
para buddha dan bodhisattwa.
Semoga terjaga sepenuhnya
tiba di rumah sejati.


23

Pujian Kepada Buddha

Segar bagaikan bunga seroja,
terang bagaikan bintang kejora,
Kepada Buddha
Aku berlindung.


24

Duduk

Duduk di sini
seperti duduk di bawah pohon Bodhi.
Tubuhku adalah kesadaran penuh,
merasa tenang dan lega,
bebas dari segala gangguan.


25

Syair Genta 1

Tubuh, ucapan, dan pikiran dalam kesatuan
mengirimkan hatiku bersama suara genta ini.
Semoga mereka yang mendengarkannya
terbebaskan dari semua gangguan batin.


26

Mendengarkan Genta

Semoga suara genta ini
menembus ke seluruh jagad raya,
bahkan tempat gelap gulita sekalipun
semua makhluk mendengarnya dengan jelas.
agar semua penderitaannya berakhir,
pengertian muncul dalam hatinya dan
melampaui duka nestapa kelahiran dan kematian.


27

Mendengar Genta (Melepaskan)

Mendengarkan suara genta
merasa lega melepaskan
hati menjadi hening bening
tiada lagi kekhawatiran
Berlatih melepaskan
hentikan kecemasan
dengarkan mendalam
hingga ke akarnya
belajar melihat kembali
mengerti dan kasih


28

Menyesuaikan Postur Tubuh

Dalam postur duduk teratai,
Kemanusiaan mekar bagaikan bunga
Bunga udumbara* keabadian,
memberikan aroma wewangian.

*bunga udumbara mekar hanya sekali setiap tiga ribu tahun. Tapi itu bisa berkembang dalam diri kita kapan saja, ketika latihannya stabil.


29

Membersihkan Aula Meditasi

Saat aku membersihkan ruangan yang segar dan tenang ini,
suka cita dan energi tak terbatas muncul!


30

Meditasi Berjalan

Pikiran berkelana ke segala penjuru
praktik meditasi menenangkan hati
setiap langkah angin sejuk berembus
setiap langkah seroja bermekaran


31

Mencuci Sayuran

Dalam sayuran ini,
Aku melihat matahari hijau.
Semua dharma berkumpul bersama
menghadirkan kehidupan.


32

Melihat Mangkuk Kosong

Saat ini mangkuk saya kosong,
sebentar lagi akan penuh oleh makanan lezat.
Semua makhluk sedang berupaya bertahan hidup.
Betapa beruntungnya kita punya cukup makanan.


33

Mengambil Makanan

Dalam makanan ini,
Aku melihat dengan jelas
seluruh alam semesta
mendukung keberadaan diriku.


34

Menatap Piringku

Sepiring makanan ini,
begitu harum dan lezat,
juga mengandung banyak duka.


35

Lima Kontemplasi

Nasihat Buddha saat menyantap makanan
Hendaknya penuh kesadaran sepanjang waktu
Wahai Sangha ketika mendengar suara genta
Mohon mempraktikkan lima kontemplasi

  1. Makanan ini adalah anugerah dari seluruh alam semesta—bumi, langit, berbagai makhluk hidup, dan hasil kerja keras
  2. Marilah kita makan dengan sadar penuh dan rasa syukur, agar kita layak menerima makanan ini
  3. Selama menyantap makanan, semoga kita dapat mengenali dan mengubah bentuk-bentuk mental tidak bajik, terutama keserakahan, dan belajar untuk makan secukupnya
  4. Marilah kita makan dengan sedemikian rupa; agar mengurangi penderitaan semua makhluk, melestarikan planet ini, dan menghentikan tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya krisis iklim
  5. Kita menerima makanan ini demi membangun komunitas latihan, memperkuat tali persaudaraan, dan mewujudkan tekad untuk menolong semua makhluk.

36

Ketika Mulai Makan

Sendok pertama, aku mempersembahkan sukacita.
Sendok kedua, aku membantu meringankan penderitaan.
Sendok ketiga, aku mengizinkan kegembiraan selalu di hati.
Sendok keempat, aku belajar cara untuk melepaskan.


37

Selesai Makan

Mangkuk sudah kosong,
lapar sudah terpuaskan.
Saya bertekad hidup
memberikan manfaat untuk semua


38

Mencuci Piring

Mencuci piring di dimensi ultima
Mencuci piring dalam ribuan kehidupan
Piring kotor juga piring bersih
Semua dalam perjalanan pengembaraan luas


39

Minum Teh

Secangkir teh dalam kedua tanganku,
Perhatian penuh hadir seutuhnya.
Pikiran dan tubuhku berdiam
di sini dan saat ini.


40

Menyentuh Bumi

Bumi menghidupi kita,
sekaligus menutrisi kehidupan.
Akhirnya kita kembali lagi ke Bumi.
Lahir dan mati dalam setiap napas.


Buang Air Kecil

Buang air kecil di dimensi ultima,
pertukaran dengan keajaiban.
saya dan kamu bukanlah dua,
tiada lebih juga tiada kurang.


Mencukur Rambut

Mencukur Rambut
mencukur habis rambut
demi setiap orang
menghentikan gangguan batin
terbebaskan sepenuhnya.


Membasuh Kaki

Kedamaian dan kegembiraan
dari satu jari kaki
adalah kedamaian dan kegembiraan
untuk seluruh tubuhku.


Naik Turun Tangga

Menaiki juga menuruni tangga
setiap langkah penuh kewaspadaan
Jika mendengar derap langkah
berati hatiku belum damai.


Syair Genta 2

Semoga suara genta ini memenuhi Dharmadhatu
terdengar di setiap sudut di alam semesta ini.
Mereka yang tersesat segera berhenti
Tersadarkan dan menemukan jalan pulang.

Namo Sakyamuni Buddhaya


Syair Genta 3

Semoga suara genta ini memenuhi Dharmadhatu
Terdengar oleh semua di tempat gelap sekalipun
Melampaui siklus kelahiran dan kematian
Hati tercerahkan dari satu-satunya jalan.


Mendengar Genta 1

Dengar, dengar
Suara genta ini
membawaku kembali
ke rumah sejatiku


Mendengar Genta 2

Mendengar genta gangguan batin menguap bagai asap
Pikiran mereda, badan mendamai, senyum kecil di wajah
bernapas berkat genta terbangkitkan kesadaran penuh
Bunga kearifan bermekaran di semua taman hati.


Kontemplasi sebelum Hormat kepada Buddha

Dalam sifat-dasar sejati realitas
tiada objek juga tiada subjek
aku bersujud kepada Buddha
dengan penuh rasa takjub
termanifestasi di sepuluh penjuru
bagai permata memantulkan sinar terang
ada Buddha di setiap sudut
aku bersujud kepadaMu


Kaki Kesemutan

Rasa nyaman dan tidak nyaman
Seperti awan ditiup angin
pernapasan adalah jangkar
perahu kembali ke pelabuhan


Meditasi Duduk Malam

Dengan postur tegak dan solid kita duduk di bawah Pohon Bodhi.
Tubuh ucapan dan batin, bersatu dalam hening.
Tiada lagi pikiran yang benar dan salah.
Tubuh batin dalam sadar-penuh sempurna.
Ditemukan kembali hakikat sejati kita, terseberangi dari pulau ilusi.
Sanggha mulia curahkan perhatianmu pada meditasi.

Namo Shakyamunaye Buddhaya


Menyesuaikan Postur

Perasaan datang dan pergi
seperti awan di langit yang berangin.
Bernapas dengan penuh kesadaran
menjadi jangkarku.


Bernapas 1

Kembali berlindung
pulau pelindung diri
kesadaran penuh adalah Buddha
menyinari jauh dan dekat
napas adalah Dharma
melindungi tubuh dan hati
pancaskandha adalah Sangha
bekerja dengan harmonis
napas masuk napas keluar
sekuntum bunga mekar
gunung solid
air tenang memantulkan
ruang bebas terbuka


Bernapas 2

napas masuk tahu napas masuk
napas keluar tahu napas keluar
napas masuk telah mendalam
napas keluar telah melambat
napas masuk merasa nyaman
napas keluar menjadi lega
napas masuk hati hening
napas keluar tersenyum
bersemayamg di saat ini
saat menakjubkan


Bernapas 3

Sudah kembali
sudah tiba
di sini
saat ini
solid
bebas
kembali
berlindung
aku sudah kembali
aku sudah tiba
berada di saat ini
berada di sini
solid bagaikan gunung hijau
bebas bagaikan awan putih
pintu tiada lahir telah terbuka
dimensi ultima bergeming


Memegang Mangkuk Kosong

Melihat mangkuk ini,
Aku sadar betapa beruntungnya diriku
yang memiliki cukup makanan untuk melanjutkan latihan.


Sebelum makan

Seluruh makhluk di Bumi
berjuang bertahan hidup.
Semoga semua makhluk
berkecukupan makanan.


Ketidakekalan

Hari ini telah berakhir dan hidup kita telah berkurang satu hari.
Mari kita renungkan apa yang telah kita lakukan.
Mari kita berlatih dengan rajin, bersungguh-sungguh dalam meditasi.
Mari kita hidup menghargai setiap momen dengan kebebasan,
sehingga waktu tidak berlalu sia-sia begitu saja.


Tersenyum pada Kemarahanmu

Napas masuk, inilah kemarahan.
Napas keluar, aku tersenyum.
Aku hadir bersama napasku
agar tidak terhanyut pergi.


Menyalakan Komputer

Menyalakan komputer,
pikiranku terhubungkan dengan kesadaran gudang*.
Aku bertekad mengubah energi kebiasaan
untuk menumbuhkan cinta kasih dan pengertian.

* Gudang penyimpanan mengacu pada alayavijñana, kesadaran di mana semua potensi benih disimpan.


Mengendarai Mobil

Sebelum menstarter mobil
Aku tahu ke mana aku akan pergi.
Aku dan mobil adalah satu kesatuan.
Jika mobil melaju kencang, aku melaju kencang.


Melakukan Perjalanan Singkat dengan Aman

Dua pertiga dari kecelakaan
terjadi di dekat rumah.
Mengetahui hal ini, aku berhati-hati
Bahkan dalam perjalanan singkat.


Menyiram Tanaman

Jangan kira engkau dipasung, wahai tanaman.
Air ini datang kepadamu dari bumi dan langit.
engkau dan aku pernah bersama
sejak waktu tanpa awal.


Melihat Tanganku

Tangan siapakah ini
yang tidak pernah mati?
Adakah yang pernah lahir?
Apakah ada yang akan mati?


Menggunakan Telepon

Kata-kata dapat menempuh jauh ribuan kilometer.
Semoga kata-kataku menciptakan saling pengertian dan cinta kasih.
Semoga kata-kataku indah bagaikan permata,
menawan bagaikan aneka ragam bunga.


Menyirami Taman

Sinar matahari dan air
telah menyuburkan tanaman ini.
Hujan kasih sayang dan pengertian
dapat mengubah gurun pasir kering menjadi dataran subur luas.


Meditasi Berjalan

Pikiran dapat menjelajah ke seribu arah,
di jalan indah ini, aku berjalan dengan damai.
Setiap langkah, angin sejuk bertiup.
Setiap langkah, bunga bermekaran.


Berkebun

Bumi memberi kita kehidupan dan menutrisi kita.
Bumi membawa kita kembali lagi.
Kita lahir dan mati melalui setiap napas.


Menanam Pohon

Aku mempercayakan diriku kepada Bumi;
Bumi mempercayakan dirinya kepadaku.
Aku mempercayakan diriku kepada Buddha;
Buddha mempercayakan diri-Nya kepadaku.


Membersihkan Kamar Mandi

Betapa indahnya
menggosok dan membersihkan.
Hari demi hari,
hati dan pikiranku menjadi lebih jernih.


Menyapu

Menyapu lahan pencerahan
dengan hati-hati,
pohon pemahaman
tumbuh dari Bumi.


Membuang Sampah

Dalam sampah, aku melihat mawar.
Dalam mawar, aku melihat kompos.
Semua sedang bertransformasi.
Ketidakkekalan, itulah kehidupan.


Memotong Bunga

Bolehkah aku memotongmu, bunga kecil,
hadiah dari bumi dan langit?
Terima kasih, wahai bodhisattwa terkasih,
karena membuat hidup ini begitu indah.


Merangkai bunga

Merangkai bunga-bunga ini
di dunia fana* ini,
dasar dari pikiranku
menjadi tenang dan murni.

*Dunia fana adalah “dunia penuh debu”, kita perlu melatih kesabaran.


Mengganti Air dalam Vas

Air membuat bunga tetap segar.
Bunga dan aku adalah satu kesatuan.
Saat bunga bernapas, aku bernapas.
Saat bunga tersenyum, aku tersenyum.


Meditasi Peluk

Bernapas masuk,
Saya bahagia memeluk orang kesayangan.
Bernapas keluar,
Saya tahu, mereka begitu nyata dan hidup dalam pelukanku


Menyalakan Televisi

Pikiran adalah televisi
ada ribuan saluran.
Saya memilih dunia yang damai dan hening
agar sukacita selalu menyegarkan.


Mengangkat Mangkuk Kosong

Mengangkat mangkuk kosong
Saya tahu bahwa siang ini
Saya begitu beruntung
Dapat menerima nasi ini


Memandikan Buddha

Pada Hari ini memandikan Tathagata
Wawasan bersinar terang maha kebajikan
Semua makhluk tenggelam di tiga alam derita
Mereka dapat melihat manifestasi Dharmakaya


Menjahit Pakaian

Menjahit pakaian di dimensi ultima
Agar kehidupan mulai pulih kembali
jarum jahit dan untain benang ini
Hasil jerih payah menabur benih


14 Syair untuk Meditasi oleh Thich Nhat Hanh

14 Syair untuk Meditasi oleh Thich Nhat Hanh

Thich Nhat Hanh
Buku Pendarasan Plum Village

1

Bagai sepasang sayap burung,
praktik berhenti (śamatha)
dan menatap mendalam (vipaśyanā)
saling menopang
Satu kesatuan berdampingan

2

Śamatha adalah praktik berhenti,
agar saya bisa mengenali dan menyentuh,
menutrisi dan menyembuhkan,
menenangkan dan melahirkan konsentrasi

3

Vipaśyanā adalah menatap mendalam
tentang sifat sejati dari pancaskandha
agar saya dapat menumbuhkan pengertian
dan mentransformasikan penderitaan

4

Napas dan langkah saya memungkinkan
saya membangkitkan energi kewawasan
sehingga saya bisa menyadari dan menyentuh
keajaiban kehidupan di dalam dan di sekeliling

5

Menenangkan tubuh dan pikiran
menerima nutrisi dan penyembuhan
melindungi ke-enam indra
saya tetap terkonsentrasikan

6

Menatap mendalam ke dalam inti realitas
untuk melihat sifat sejati berbagai fenomena
mempraktikkan vipaśyanā membuat saya bisa
melepaskan segala dambaan, nafsu, dan ketakutan

7

Berada dalam momen kini dengan damai
mentransformasikan energi kebiasaan
menumbuhkan energi pengertian membebaskan
saya dari kegelapan batin dan kepedihan

8

Ketidakekalan dan ‘tiada aku’ sesungguhnya satu
Tiada aku menyatu dengan saling ketergantungan
menyatu dengan kekosongan, menyatu dengan sebutan konvensional
menyatu dengan jalan tengah, menyatu dengan interbeing

9

Kekosongan, tiada label, dan tiada tujuan
membebaskan saya dari penderitaan
agar dalam latihan keseharian
Saya tidak terjebak dalam intelektual belaka

10

Nirwana adalah non pencapaian
Pencerahan seketika atau bertahap tiada bedanya
Realisasi sejati adalah hidup dengan bebas
saat ini pada momen ini

11

Sutra-sutra intisari, seperti
wejangan tentang Pernapasan Berkewawasan
dan Empat Landasan Kewawasan
menunjukkan kepada saya jalan mentransformasi
tubuh dan pikiran, langkah demi langkah

12

Sutra-sutra dan ajaran-ajaran Mahayana
membuka banyak gerbang lebar dan segar
memungkinkan saya memasuki kedalaman arus
meditasi yang mengalir dari sumber asal ajaran Buddha

13

Tidak mendiskriminasi
semua latihan yang diajarkan oleh
Tathagata dan guru-guru leluhur
Empat Kebenaran Mulia terjalin dengan sempurna
Mesti menjadi dasar dari transmisi autentik

14

Didukung oleh Tubuh Sanggha
Latihan saya mengalir lebih mudah
memungkinkan saya untuk menyadari dengan cepat
tekad terbesar saya untuk mencintai dan memahami semua mahkluk

Alih Bahasa: Endah & Finny Owen