Retret Guru Sekolah Nanyang

Retret Guru Sekolah Nanyang

Retret bersama guru sekolah Nanyang Zhi Hui. Diikuti oleh sekitar 70an guru sekolah bersama staff dari 16 Oktober 2017 sampai dengan18 Oktober 2017 bertempat di Wihara Borobudur Medan.

Tema retret “A Vision For Education” mengontemplasikan hal-hal dasar bagaimana membawa kesadaran penuh kepada badan jasmani dan pikiran, mengurangi ketegangan, dan membangkitkan sifat-sifat positif melalui kegiatan sehari-hari seperti napas, duduk, makan dengan hening, jalan dengan pelan, mendengar lonceng dan genta.

Retret ini juga mencakup latihan dasar Plum Village yaitu “Happiness Meeting“, bagaimana membuat kebahagiaan dan kebaikan menjadi viral agar membawa keharmonisan bagi semua guru.

*Video credit: Pak Udayo

All In My Heart (Children Song)

All In My Heart (Children Song)

Unduh MP3 klik sini

A song written during the 2012 Holiday Retreat in Deer Park Monastery.
Music: Nhu-Mai Nguyen (@sorbetskies)
Lyrics: Nhu-Mai and children from the Children’s Program

The Sun! The Sun, it shines!
On my face and on my eyes
The su-u-u-un shines in my heart (2x)

The River! The River, it flows!
From the mountains to my toes
The ri-i-i-ver flows in my heart (2x)

Chorus:
From the mountains, the flowers,
The children, and the deer
We all love each other
There’s a space for everyone in my heart

The Trees! The Trees, they sway!
And give oxygen everyday
The Tree-ee-ees they sway in my heart (2x)

The Birds! The Birds, they fly!
As a school of fish swim by
The Animals are all in my heart (2x)

From the Mountains, the flowers,
The children, and the deer
We all love each other
There’s a space for everyone in my heart
There’s a space for everyone in my heart
There’s a home for everyone in my heart

Thay Tiba Di Vietnam

Thay Tiba Di Vietnam

Pemberitahuan Resmi

Plum Village
29 Agustus 2017

Kepada seluruh Pusat Latihan Plum Village
Kepada seluruh Pusat Latihan dan Sangha di seluruh dunia,
Kepada Teman-teman Kami yang Tercinta,

Kami sangat berbahagia untuk menyampaikan bahwa hari ini, 29 Agustus 2017, pukul 12.35 waktu setempat, Guru tercinta kami telah mendarat dengan selamat di bandar udara Đà Nẵng, Vietnam. Ini kunjungan pertamanya ke Vietnam sejak tahun 2008.

Dalam beberapa minggu terakhir, Thay telah menyampaikan keinginan kuatnya untuk kembali ke kampung halamannya sekali lagi, dan Sangha sangat senang telah berhasil mewujudkan keinginannya. Perjalanan Thay akan melibatkan kunjungan ke Plum’s Village Root Temple, Chùa Từ Hiếu, di Huế, tempat Thay pertama kali memulai latihan monastiknya pada tahun 1942.

Kami ingin menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada para komunitas global atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Guru kami, baik secara material maupun spiritual. Dukungan kalian telah memberikan Thay kekuatan yang sangat besar dalam masa pemulihannya, dan telah membantu mewujudkan kunjungan ke tanah airnya ini.

Kami memahami bagaimana berharganya masih memiliki Guru tercinta bersama kita, yang memancarkan keberanian, kekuatan, dan keberadaan yang besar. Dan kami memahami bahwa Thay mendapatkan energinya dari latihan para muridnya di seluruh dunia. Beliau ada bersama kita semua, setiap kali kita mengambil satu langkah atau nafas dengan kesadaran penuh, dan membawa kedamaian dan kegembiraan bagi kita dan dunia di sekitar kita.

Meskipun tidak ada rencana untuk mengadakan retret atau acara publik selama kunjungan Thay ke Vietnam–untuk mempertahankan kesehatan Thay–kami mendorong Anda semua untuk ikut bersama-sama melanjutkan visinya mengenai kesadaran kolektif, dengan mengikuti kegiatan di tahun 2017, yaitu “Awakening Together, Healing the Ancestral Heart” Tur AS (dengan acara di New York, California, New Mexico, Tennessee, dan Mississippi), Tur Inggris 2017 kami, atau dengan mengunjungi salah satu pusat latihan kesadaran kami di seluruh dunia.

“Walk with Me,” sebuah film dokumenter tentang Thich Nhat Hanh dan Plum Village, yang dinarasikan oleh Benedict Cumberbatch, telah ditayangkan secara perdana di AS bulan ini, dan telah mulai ditayangkan di bioskop AS, Eropa, dan Asia. Kami berharap semua orang dalam komunitas kami di seluruh dunia dapat memiliki kesempatan untuk menikmati perjalanan sinematik ke dunia penuh kesadaran ini, dan berbagi dengan teman-teman, membantu mewujudkan visi Thay untuk mentransformasikan bioskop menjadi aula meditasi.

Seperti yang Thay sampaikan pada kunjungan Beliau yang ke-2 di Vietnam tahun 2007, “Saya telah menjadi biarawan selama 65 tahun, dan saya menemukan bahwa tidak ada agama, filosofi, dan ideologi yang lebih tinggi daripada persaudaraan.” Thay mengingatkan kita bahwa dengan solidaritas dan persaudaraan sejati, semuanya menjadi mungkin.

Dengan kasih dan kepercayaan,
Biarawan dan biarawati Plum Village

Laporan resmi di kemudian hari mengenai kepulihan Thay akan dibagikan dari waktu ke waktu di plumvillage.org, langmai.org, villagedespruniers.org, dan www.facebook.com/thichnhathanh, serta di thichnhathanhfoundation.org

Sumber: https://plumvillage.org/news/thich-nhat-hanh-arrives-in-vietnam/
Penerjemah: Hestia M

Go as a river

Go as a river

Unduh MP3 klik sini

I wanna go as a river
Not as a drop of water
Let us flow in harmony
Selfishness we surrender

I wanna go as a river
Not as a drop of water
WE LEARN TO LIVE MINDULLY
TRULY THERE FOR EACH OTHER

How fresh the stream of spirituality
How wonderful to be able to see
That we are all water
That we are all water

I wanna go as a river
Not as a drop of water
We finally reach the sea of peace, love and clarity

Breathe you are alive

Breathe you are alive

Unduh MP3 klik sini

Breathe and you know that you are alive
Breathe and you know that all is helping you
Breathe and you know that you are the world
Breathe and you know that the flower is breathing you
Breathe for yourself, breathe for the world
Breathe in compassion and breathe out the joy

Breathe and be one with the air that you breathe
Breathe and be one with the river that flows
Breathe and be one with the earth that you tread
Breathe and be one with the fire that glows
Breathe and you break the thought of birth and death
Breathe and you see impermanence is life

Breathe for your joy to be steady and calm
Breathe for your sorrow to flow away
Breathe to renew every cell in your blood
Breathe to renew the depths of consciousness
Breathe and you dwell in the here and now
Breathe and all you touch is new and real

Freedom of the Heart

Freedom of the Heart

Unduh MP3 klik sini

I am a cloud, I am the blue sky
I am a bird spreading out its wings
I am a flower, I am the sunshine
I am the earth receiving a seed

#And I am free when my heart is open
Yes I am free when my mind is clear

Oh dear brothers, oh dear sisters
Let’s walk together, mindfully (joyfully)

Bahagia Itu Kini

Bahagia Itu Kini

Unduh MP3 klik sini

Bahagia itu kini
Kulepas cemasku
Tiada pergi, tiada kerja
Tak lagi tergesa

Bahagia itu kini
Kulepas cemasku
Jika pergi, jika kerja
Aku tak tergesa

Happiness is here and now,
I have dropped my worries,
nowhere to go, nothing to do,
no longer in a hurry.

Happiness is here and now,
I have dropped my worries,
somewhere to go, something to do,
but I don’t need to hurry.

Please call me by my true name

Please call me by my true name

Unduh MP3 klik sini

My joy’s like spring so warm,
it makes flowers bloom
all over the Earth.
My pain’s like a river of tears,
so vast it fills the four oceans.

#Please call me by my true names,
so I can hear
all my cries and laughters at once,
so I can hear
that my joy and pain are one.
Please call me by my true names,
so I can wake up
and the door of my heart
could be left open
(the door of compassion)

Apa Itu Meditasi?

Apa Itu Meditasi?

Pusat Meditasi Kayagata Sati, Cibodas Jawa Barat
Minggu, 28 Mei 2017 YM. Bhiksu Phap Kham mengupas tentang meditasi. Beliau adalah bhiksu senior yang ada dalam pelatihan meditasi yang terkemas dalam Mindfulness Retreat yang diadakan oleh Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Jakarta dan Plum Village Perancis pada tanggal 24-28 Mei 2017. Ketika dalam sesi terakhir dari Retreat yang sangat bermanfaat ini YM. Bhiksu Phap Kham menyampikan Ceramah Dhamma tentang Meditasi. Beliau mengatakan “ Meditasi dapat diibaratkan seperti mengkoneksikan kedalam diri sendiri, Hidup Bersama dan Harmonis, dan hal ini merupakan Pedoman dalam tradisi Buddhis”.

Meditasi dapat mengubah Derita dan Rasa Sakit menjadi sebuah pencerahan menuju kebahagiaan. Kemudian beliau menerangkan cerita Kisah Wanita Murid Sang Buddha yang kaya raya yang hingga akhirnya tidak memiliki apa-apa, namun beruntung bertemu dengan Sang Buddha sehingga pada akhirnya mencapai ketenangan dan kesucian batin. Wanita itu adalah Pattacara. Ketika Pattacara sudah kehilangan kedua anaknya, suaminya, ayah dan ibunya, seluruh keluarganya, seluruh harta bendanya, dengan kalimat “BAWALAH PIKIRANMU KEMBALI” yang di ungkapkan oleh Sang Buddha, kemudian Pattacara sadar dan kemudian memohon kepada Sang Buddha untuk diangkat menjadi muridnya, Sang Buddha pun mengangkat beliau menjadi muridnya. Kemudian dengan latihan praktek Dhamma dan meditasi Bhikkhuni Pattacara mencapai pencerahan.

Meditasi dapat dikatakan melihat mendalam dan melihat hakikat asli fenomena di sekeliling kita. Fenomena dapat digambarkan seperti kejadian di kehidupan kita ada perasaan, persepsi, suara, bunga mekar, tempat kerja, keadaan ,dll.

Dua Tahap Meditasi menurut YM. Bhiksu Phap Kham adalah:

  1. Samatha Bhavana adalah meditasi ketenangan batin, dapat dikatakan juga berhenti yang dapat menjadikan ketenangan dan keheningan. Dalam aplikasinya kita tidak perlu tergesa-gesa dalam melakukan tindakan. Pikirannya tenang dan damai
  2. Vippasana Bhavana adalah meditasi Pandangan Terang atau Melihat mendalam. Merenungkan dari segala fenomena di sekitar kita secara mendalam, jika hal ini sukses maka akan tumbuh kebijaksanaan.

Fenomena yang paling dekat dengan kita adalah napas. Dengan memperhatikan napas masuk dan keluar dapat mengendalikan diri ini lebih dalam, dan paham napas masuk dan keluar dengan pengamatan.
Dengan melihat hakikat sesuatu lebih mendalam bahwa fenomena itu Tidak Kekal (anicca), tanpa Aku (anatta) dan Nirvana adalah non dualitas atau kebahagiaan sejati. Itulah yang harus dikembangkan ketika kita melatih meditasi.

Begitu juga pikiran untuk mencintai tanpa syarat dalam meditasi juga harus dikembangkan, sehingga pikiran tidak terdiskriminasi. Dengan Sadar Penuh kita dapat melihat kebahagiaan. Dalam meditasi kita dapat melihat sesuatu lebih jernih tidak berwarna. Emosi adalah sebab dari pandangan kita menjadi berwarna dan tidak jernih. Maka itu dengan melatih meditasi kejernihan pikiran akan kita raih dan kebahagiaan akan segera datang dalam diri kita.

Intinya dengan meditasi menyadari Napas, apabila pernafasan stabil maka napas Anda bisa menjadi tempat berlindung. Bagaimana pun suasana dalam pikiran-pikiran, perasaan, dan persepsi, pernapasan selalu ada seperti seorang teman setia. Kapan pun merasa terhanyut , atau tenggelam ke dalam rencana, atau pikiran acak tersebar berantakan dalam kekhawatiran dan gelisah, Anda dengan lembut menarik lagi perhatian pada pernapasan untuk menenangkan dan melabuhkan pikiran. Anda merasakan aliran udara yang masuk dan keluar melalui hidung. Merasakan betapa ringan dan alami, napas demikian memberi ketenangan dan kedamaian. Kapan pun Anda berada dalam aktivitas. Barangkali Anda ingin mengucapkan dalam hati :

“ Napas Masuk Aku Tahu ini Napas Masuk…..
Napas Keluar Aku Tahu ini Napas Keluar…”

Anda tidak perlu mengendalikan pernapasan. Rasakan pernapasan natural sebagaimana adanya. Bisa jadi panjang atau pendek, dalam atau dangkal. Dengan demikian napas menjadi lebih perlahan dan mendalam.
Napas sadar penuh merupakan kunci untuk menyatukan tubuh dan pikiran serta membawa energi sadar penuh setiap saat dari kehidupan. (Jurnalistik : Roch Aksiadi)

Semoga Semua Makhluk Berbahagia….
Sadhu….

Sumber: http://tisarana.net/ceramah/apa-itu-meditasi-by-ym-bhiksu-phap-kham/

Napas Masuk Napas Keluar

Napas Masuk Napas Keluar

Unduh MP3 klik sini

Napas masuk, napas keluar
Aku mekar bagai bunga
Aku segar bagai embun
Aku solid bagai gunung
Aku kokoh bagai bumi
Aku bebas

Napas masuk, napas keluar
Napas masuk, napas keluar
Aku air memantulkan
Yang nyata dan benar
Aku rasa ada ruang
di dalam diriku
Bebaslah, bebaslah, bebaslah

Breathing in, breathing out
Breathing in, breathing out
I am blooming as a flower
I am fresh as the dew
I am solid as a mountain
I am firm as the earth
I am free
Breathing in, breathing out
Breathing in, breathing out
I am water reflecting
what is real what is true
and I feel there is space
deep inside of me
I am free, I am free, I am free

Plum Village

Plum Village

Plum Village
Plum Village

Plum Village (Làng Mai) merupakan pusat meditasi buddhis yang berada di Dordogne, daerah selatan Perancis. Didirikan oleh Biksu Zen Thich Nhat Hanh bersama Biksuni Chan Khong pada tahun 1982.

Sejarah
Thich Nhat Hanh dicabut haknya untuk kembali ke Vietnam, setelah itu beliau membentuk komunitas kecil yang bernama “Sweet Potato” [Kentang Manis] berlatih hidup berkesadaran sekitar 100 mil Barat Daya Paris, kentang manis merupakan makanan bagi rakyat miskin di Vietnam. sekarang beliau bermukim di Perancis dan memulai retret hidup berkesadaran.

Pada tahun 1981, Komunitas Kentang Manis mengadakan retret musim panas untuk pertama kali, ternyata retret ini mengundang sangat banyak orang sehingga tidak ada tempat untuk mengakomodasi sekian banyak orang. Thay Nhat Hanh keliling menyusuri daerah selatan Perancis bersama Biksuni Chan Khong untuk mencari daerah yang lebih luas, mereka menemukan tanah di daerah Thenac yang tampaknya cukup ideal buat mereka. Pemilik Tanah itu bernama Dezon tidak ingin menjual tanah itu, oleh karena itu mereka mencari lokasi lain.

Beberapa hari kemudian pada tanggal 28 september 1982, Thay Nhat Hanh menandatangani perjanjian pembelian tanah seluas 6 KM, sekarang ini dikenal sebagai Lower Hamlet (Xom Ha). Di tahun yang sama, hujan es menghancurkan kebun anggur Dezon dan akhirnya dia memutuskan untuk melelang tanahnya itu. Thay Nhat Hanh membeli tanah itu dan memberikan nama Upper Hamlet (Xom Theung). Pada awalnya dua tempat ini diberi nama Persimoon Village, namun tampaknya cukup jelas bahwa pohon-pohon plam tumbuh lebih bagus di tanah berbatuan, kemudian namanya berubah menjadi Plum Village (Pedesaan Plam) atau (Làng Mai).

Setiap tahun komunitas ini menjadi tuan rumah retret musim panas selama 4 minggu, setiap tahun berkembang pesat kepopulerannya. Para peserta retret pada tahun 1983 hanya 232 orang dan sekarang sudah melebihi 2000 orang pada tahun 2004.

Upper Hamlet – Plum Village

Kawasan Tempat Tinggal
Sekarang ini, Plum Village (Làng Mai) terdiri dari empat kawasan tempat tinggal (Hamlet). Kawasan Upper Hamlet (Xom Theung) yang bisa menampung sekitar 65 orang biksu dan umat awam pria, demikian juga ini merupakan tempat tinggal Thay Nhat Hanh. Kawasan Lower Hamlet (Xom Ha) merupakan tempat tinggal para biksuni dan umat awam wanita. Kawasan Sonha merupakan tempat yang bisa menampung sekitar 20 biksu, dan kawasan New Hamlet (Xóm Moi) yang bisa menampung sekitar 40 biksuni dan umat awam wanita.

Plum Village juga memiliki beberapa cabang seperti di Amerika Serikat, Wihara Blue Cliff di Pine Bush – New York, dan Wihara Deer Park di Ecsondido California.

Kunjungi situs utama Plum Village

Sister Chan Khong

Sister Chan Khong

Sister Chan Khong

Biksuni Chan Khong yang memiliki nama kecil “Cao Ngoc Phuong” lahir pada tahun 1938 di Ben Tre, Vietnam. Anak ke-8 dari 9 bersaudara, hidup dalam keluarga yang termasuk serba berkecukupan, ayahandanya mengajarkan semua anak-anaknya tentang betapa pentingnya nilai sebuah usaha dan kerendahan hati. Ia selalu mengutip kata-kata ayahnya: “…jangan pernah tawar menawar dengan petani miskin karena beberapa dong (mata uang Vietnam) tidak begitu berarti bagimu, namun itu saja sudah cukup menghidupi anak-anak mereka”.

Pada tahun 1958, ia diterima di Universitas Saigon di bidang studi Biologi, kemudian ia juga ikut terjun aktif dalam aksi politik, menjadi pemimpin di Universitas Saigon, menghabiskan banyak waktu untuk membantu rakyat miskin dan mereka yang sakit di area kumuh di pinggir perkotaan.

Keep reading →