Beristirahat pada Momen Kini

Beristirahat pada Momen Kini

Latihan Tradisi Plum Village: Menumbuhkan Energi Sadar Penuh dalam Kehidupan Sehari-hari pada hari Sabtu, 17 Januari, Wihara Ekayana Arama Jakarta menyelenggarakan kegiatan latihan Tradisi Plum Village (PV) , Day of Mindfulness, yang diikuti oleh sekitar 80 peserta terdaftar. Meskipun pagi hari itu cuaca mendung disertai hujan sedang, kehadiran peserta tetap mencapai sekitar 80%, mencerminkan semangat dan komitmen para sahabat dalam berlatih bersama.

Peserta yang hadir berasal dari rentang usia yang cukup beragam, mulai dari sekitar 20 hingga 70 tahun, dan terbagi ke dalam tiga kelompok usia, yaitu di bawah 29 tahun, 30–41 tahun, dan di atas 41 tahun, dengan jumlah relatif seimbang di setiap kelompok. Dari hasil survei yang dilakukan pada hari kegiatan, tercatat sekitar 15 peserta baru yang pertama kali mengikuti latihan Tradisi Plum Village, sementara sekitar 12 peserta pernah mengikuti retret sebelumnya. Mayoritas peserta memiliki pengalaman berlatih meditasi di tempat lain, sehingga membawa latar belakang dan sudut pandang latihan yang beragam.

Salah satu momen yang cukup mengharukan dan mengejutkan adalah kehadiran seorang sahabat lama yang pernah berlatih bersama pada tahun 2007 di Wisma Patra, kemudian lama tidak aktif dalam dunia pelatihan. Pertemuan kembali dalam suasana latihan di hari itu menjadi pengingat kuat tentang benih kebajikan yang mungkin lama tertidur, namun dapat tumbuh kembali ketika kondisi pendukung hadir.

Dalam sesi berbagi, para peserta mengungkapkan berbagai insight berharga dari latihan yang dilakukan. Ada peserta yang baru pertama kali mempraktikkan meditasi makan, sementara yang lain berbagi pengalaman menerapkan meditasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti meditasi berjalan dari meja kerja ke toilet, meditasi naik turun tangga di rumah, hingga penggunaan mindfulness bell di laptop sebagai pengingat untuk kembali sadar penuh di tengah kesibukan kerja. Praktik-praktik sederhana ini dirasakan sangat membantu dalam mengurangi tekanan dan stres di lingkungan kerja.

Di sisi lain, terdapat pula peserta yang masih memegang erat pandangan tertentu tentang metode meditasi yang dianggap “harus begini dan begitu”. Namun semua pengalaman tersebut diterima sebagai bagian alami dari proses latihan. Setiap individu hadir dengan karakter, pandangan, latar belakang pendidikan, serta kondisi keluarga yang berbeda-beda. Ketika berlatih bersama dalam satu komunitas, energi kolektif yang terbentuk menjadi kekuatan yang saling menopang, membantu para peserta menghadapi berbagai persoalan hidup sehari-hari. Dengan latihan yang berkelanjutan—baik secara pribadi maupun dalam komunitas—proses transformasi dan penyembuhan batin menjadi sangat mungkin untuk terjadi.

Ceramah yang didampaikan oleh Bhante Nyanabhadra dalam kegiatan ini menekankan pentingnya menumbuhkan energi sadar penuh melalui latihan menyadari napas masuk dan keluar. Berbagai alat bantu digunakan, seperti bel jam dinding dan gong, yang berfungsi mengundang kita untuk kembali ke rumah sejati di saat ini, dengan mengizinkan pikiran kita sekadar beristirahat (息) pada momen kini. Disampaikan pula bahwa energi kita sering terkuras ketika pikiran terseret ke masa lalu atau melompat ke masa depan yang belum pasti, yang pada akhirnya menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran.

Ketika pikiran (念) mampu berdiam di saat ini, bukan saja energi tidak terkuras, namun energi kesadaran justru dapat terus ditumbuhkembangkan, hingga menjadi suatu latihan kebiasaan berkesadaran (修习) yang mengalir dalam setiap aspek kehidupan. Melalui latihan sederhana namun mendalam ini, para peserta diajak untuk merawat kedamaian batin dan menghadirkan kualitas hadir penuh dalam setiap langkah hidup. (Rohana, True Beauty of Clarity, 真明秀)

Kesadaran Terhadap Tubuh

Kesadaran Terhadap Tubuh

Master Zen Thich Nhat Hanh menjelaskan tentang napas berkesadaran terhadap tubuh, bagaimana melakukan pemindamian (scanning) terhadap setiap bagian tubuh. Demikianlah cara untuk merelakskan tubuh. Manusia sering tak mampu merelakskan tubuh, inilah pentingnya mempraktikkan napas berkesadaran untuk merelakskan tubuh

Healing Happens All Around

Healing Happens All Around

Unduh Mp3 klik sini

Recorded in Plum Village by Tabea with support of Sr. True Vow.

Healing happens all around, breathe and smile
Be still and know
Healing happens all around, and deep inside, nothing to do
When we entrust to Mother Earth, and let go
Healing takes place
When we relax in what we are, and surrender ourselves
Nothing else to do

Be aware of your fear, just breathe with it
Your presence is enough
Invite your love to be, there with you
Let yourself be embraced

Healing happens all around, breathe and smile
Be still and know
Healing happens all around, and deep inside, nothing to do
When we entrust to Mother Earth, and let go
Healing takes place
When we relax in what we are, and surrender ourselves
Nothing else to do

Be aware of your doubts, just breathe with it
Your presence is enough
Invite your love to be, there with you
Let yourself be embraced

Healing happens all around, breathe and smile
Be still and know
Healing happens all around, and deep inside, nothing to do
When we entrust to Mother Earth, and let go
Healing takes place
When we relax in what we are, and surrender ourselves
Nothing else to do

Be aware of your pain, just breathe with it
Your presence is enough
Invite your love to be, there with you
Let yourself be embraced
Healing happens all around, breathe and smile
Be still and know
Healing happens all around, and deep inside, nothing to do Be still and heal

Istirahat

Istirahat

Mengetahui kapan perlu istirahat itu penting. Kadang-kadang, kita memaksakan diri dalam latihan atau menerima tanggung jawab terlalu banyak tanpa pertimbangan matang; sehingga kita menjadi sangat lelah dengan mudah marah. Latihan hidup sadar seharusnya tidak melelahkan tetapi semestinya lebih menghasilkan tenaga baru. Namun bilamana kita mengetahui kita sudah lelah, sebaiknya kita segera beristirahat. Minta bantuan teman-teman.

Berlatih dengan kondisi tubuh dan pikiran yang lelah tidaklah bermanfaat; justru bisa memunculkan masalah lebih banyak lagi. Menjaga diri sendiri berarti menjaga komunitas. Istirahat bisa berarti menghentikan apa yang sedang kita kerjakan dan gunakan waktu lima menit untuk berjalan di luar, atau menjalankan puasa selama satu atau dua hari, atau berlatih hening bening (noble silence) selama sekian waktu. Ada banyak cara untuk kita beristirahat, jadi mohon perhatikan irama tubuh dan batin demi kebaikan semua. Relaksasi total adalah sebuah praktik istirahat.

Lakukanlah pernapasan sadar penuh dalam posisi duduk atau berbaring, inilah praktik istirahat. Mari kita pelajari seni beristirahat dan biarkan tubuh dan batin kita memulihkan dirinya sendiri. Dengan tidak memikirkan dan tidak melakukan apa pun adalah seni beristirahat dan penyembuhan.